Kulon Progo

Lagi, Bangkai Penyu Lekang Ditemukan di Pantai Dekat Bandara YIA

Kondisinya sudah membusuk sehingga langsung dikuburkan oleh warga setempat pada malam harinya.

Lagi, Bangkai Penyu Lekang Ditemukan di Pantai Dekat Bandara YIA
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Bangkai seekor penyu lekang (Lepidochelys olivacea) kembali ditemukan terdampar di Pantai Pasir Kadulangu, Desa Jangkaran, Temon atau barat Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Selasa (1/10/2019) sore.

Kondisinya sudah membusuk sehingga langsung dikuburkan oleh warga setempat pada malam harinya.

Penyu tersebut memiliki panjang sekitar 100 centimeter dan lebar 75 cm.

Bangkainya pertama kali ditemukan oleh nelayan bernama Triyono saat sedang menjaring ikan di pinggiran pantai.

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

Saat itu dirinya melihat benda terapung di perairan pantia dan setelah didekati ternyata bangkai penyu lalu ditariknya ke daratan dan dikabarkannya penemuan itu kepada warga lainnya.

"Perkiraan kami, penyu sudah mati sejak dua hari lalu karena saat didaratkan baunya sudah menyengat," kata Ketua Wisata Hutan Mangrove, Pantai Pasir Kadilangu, Suparyono, Rabu (2/9/2019).

Pihaknya sempat membongkar kuburan penyu itu untuk mendokumentasikan kondisinya dan membagikan fotonya ke grup media sosial peduli lingkungan dengan harapan ada tindak lanjut.

Pasalnya, ini bukan kali pertama adanya penemuan bangkai penyu di pantai tersebut.

Pada 4 Agustus 2019 lalu, bangkai jenis penyu yang sama juga ditemukan warga namun dimungkinkan ada banyak penemuan lainya yang tak terlaporkan.

Nelayan Diminta Lebih Berhati-hati Jika Temui Penyu di Laut

Hal ini menjadi keprihatinan tersendiri mengingat pantai ini merupakan satu di antara tempat berkembang biak penyu di sepanjang pesisir Kulon Progo.

"Kami berharap dinas terkait bisa mengotopsi untuk memastikan penyebab kematiannya. Ini sudah terjadi berkali-kali dan kami prihatin," jelas Suparyono.

Pegiat dan pemerhati lingkungan Kulon Progo, Saptono Tanjung menyebut penyelidikan perlu dilakukan untuk memastikan penyebab kematian penyu-penyu di Kulon Progo karena faktor lingkungan atau justru ulah manusia.

Dari situ, diharapkan ada upaya preventif yang bisa dilakukan pemerintah maupun masyarakat.

Pihaknya mendesak pemangku kepentingan terkait untuk segera menyelidikinya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved