Dukung Industri Pariwisata, BB POM dan Pemda DIY Luncurkan Aplikasi Kulinerku Oke
Dukung Industri Pariwisata, BB POM dan Pemda DIY Luncurkan Aplikasi Kulinerku Oke
Penulis: Andreas Desca | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Seiring dengan semakin meningkatnya industri pariwisata khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang merupakan wilayah pendukung kawasan pariwisata Borobudur, keamanan pangan menjadi salah satu sektor yang harus mendapatkan perhatian serius.
Karena itu perlu inovasi dengan mengembangkan sistem jaminan keamanan terhadap produk pangan yang berbasis IT yang diwujudkan dalam bentuk aplikasi.
Hal itulah yang mengilhami Balai Besar POM di Yogyakarta dan Pemerintah Provinsi DIY untuk meluncurkan aplikasi 'Kulinerku Oke'.
Kepala BBPOM di Yogyakarta, Rustyawati, dalam acara launching aplikasi Kulinerku Oke menyampaikan harapannya dengan diluncurkannya Kulinerku Oke.
• Komisi Informasi Daerah DIY Gelar Penganugerahan Keterbukaan Informasi Badan Publik
"Diharapkan dengan inovasi ini, cakupan sertifikasi laik sehat yang selama ini baru tercapai sekitar 13 persen selama 3 tahun dapat ditingkatkan secara signifikan dan mampu menjangkau ke seluruh kuliner di DIY. Selain itu juga terdapat peningkatan daya saing UMKM kuliner di Yogyakarta khsususnya produk khas Yogyakarta yakni gudeg," ujarnya, Sabtu (28/9/2019).
Lanjut Rustyawati, saat ini aplikasi Kulinerku Oke memang masih terfokus pada gudeg.
"Kedepannya kita berharap bukan hanya gudeg saja, namun kuliner-kuliner lainnya pun dapat terintegrasi dengan aplikasi Kulinerku Oke ini," tegasnya.
Sekda DIY Gatot Saptadi menyampaikan bahwa para pelaku pembuat makanan tradisional khususnya gudeg yang merupakan ikon wisata Yogyakarta harus paham dan mengupayakan keamanan pangan secara fisik, mekanik, mikrobiologis dan secara kimiawi dalam proses pengolahannya.
• Seorang Mahasiswa Universitas Bosowa Terlindas Kendaraan Rantis Polisi, Kondisinya Kritis
"Mulai dari persiapan alat dan bahan, bagaimana tenaga pengolahan cara pengolahannya dan pengemasannya, sehingga tujuan akhir untuk mewujudkan pangan yang aman dapat terwujud," tuturnya.
Selain itu, dengan terwujudnya kemananan pangan dapat menimbulkan efek stimulan yakni meningkatnya pendapatan daerah melalui sektor pariwisata.
Tambah Gatot, di era revolusi industri 4.0 saat ini, ekspektasi masyarakat semakin tinggi berkaitan dengan perkembangan teknologi informasi termasuk keamanan pangan berbasis teknologi informasi.
"Masyarakat berharap sistim keamanan pangan berbasis teknologi informasi mulai dari pengajuan ijin, proses sertifikasi, tracking tahapan proses sampai hasil sertifikasinya dapat dilihat dan dipantau masyarakat melalui sarana teknologi informasi," tuturnya.
Pada acara launching aplikasi Kulinerku Oke dan Branding Gudek ini juga dilaksanakan kegiatan talkshow dengan tema "Sinergisme Pemangku Kepentingan ABG (Academic-Business-Goverment)" untuk mengembangkan UMKM khususnya di bidang kuliner untuk terwujudnya kuliner berdaya saing di Yogyakarta. (Tribunjogja I Andreas Desca)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/lauching-aplikasi-kulinerku-oke-dan-branding-gudeg.jpg)