Bantul

Kuda Jingkrak Ajak Masyarakat Mengenal Gangguan Jiwa

Puskesmas Jetis II mengajak masyarakat mengenal gangguan jiwa melalui layanan Kuda Jingkrak.

Tayang:
Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Program layanan Kunjungi Dampingi Orang Dengan Gangguan Jiwa Ngajak Lintas Sektor dan Masyarakat (Kuda Jingkrak) dilakukan oleh Puskesmas Jetis II untuk mengajak masyarakat mengenal gangguan jiwa.

Program ini lahir dari hasil pengamatan di lapangan khususnya di dua desa di Kecamatan Jetis yakni Desa Canden dan Desa Patalan.

Perawat Programer Kesehatan Jiwa Puskesmas Jetis II, Nur Latifah Samsyiah mengatakan, di lapangan masih ada beberapa orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang belum berobat sesuai standar.

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

"Lalu ada inovasi ini melibatkan tim pelaksana kesehatan jiwa masyarakat (TPKJM) yang ada di kecamatan," katanya belum lama ini.

Lanjutnya, layanan yang dilakukan oleh TPKJM yakni kunjungan ke rumah ODGJ untuk berdiskusi.

"Diskusi keluarga di satu dusun, antara keluarga ODGJ dan tokoh masyarakat, membicarakan permasalahan gangguan jiwa yang ada di dusun tersebut dan solusinya," katanya.

Selain itu juga dilakukan pelatihan psikoedukasi keluarga yang sasarannya adalah keluarga ODGJ yang ODGJ-nya belum berobat sesuai standar.

Disnakertrans Bantul Tunggu Kriteria SDM yang Dibutuhkan untuk YIA

"Kita beri pelatihan, dikenalkan apa itu gangguan jiwa, bagaimana pengobatannya, perawatan di rumah ketika terjadi halusinasi, waham, defisit perawatan diri, gejala efek samping obat, dan ketika kambuh seperti apa," urainya.

Selain Kuda Jingkrak, ada juga Layanan Gemas Bersama Punggawa (pelayanan gangguan mental emosional bersama pemuda peduli kesehatan jiwa).

"Kegiatan ini sifatnya prefentif, mengajak remaja ikut pelatihan bagaimana melakukan deteksi dini gangguan mental emosional dengan beberapa instrumen yang kita gunakan," jelasnya.

Disnakertrans Bantul Prediksi Padat Karya Selesai Pertengahan Desember

Pemuda diharapkan berperan aktif melakukan screening gangguan jiwa pada masyarakat.

"Harapannya untuk mengetahui hasil screening berapa gangguan yang ada di dusun. Ada empat dusun untuk program ini," tuturnya.

Ia menambahkan, selain program layanan tersebut, juga dilakukan kerja sama dengan Dinas Sosial P3A untuk pelatihan keterampilan bagi ODGJ. Pelatihan yang dilakukan yakni membuat emping dan membuat batik.

"Kita ada 20 keluarga untuk pelatihan. Kalau total ada 130 ODGJ di Patalan dan Canden. Rentang usia remaja 18-60an. Paling banyak memang di usia produktif," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved