Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Setinggi 800 Meter dan Muntahkan Guguran Lava 4 Kali

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Setinggi 800 Meter dan Muntahkan Guguran Lava 4 Kali

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Setinggi 800 Meter dan Muntahkan Guguran Lava 4 Kali
twitter BPPTKG
visual Gunung Merapi pada Sabtu 31 AGustus 2019 sekitar pukul 06.00 WIB via PGM Selo. 

TRIBUNJOGJA.COM - Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Minggu (22/9/2019) siang.

Dari laporan yang dirilis oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut awan panas letusan terjadi pada pukul 11.36 WIB dan meluncurkan awan panas dengan kolom setinggi 800 meter.

"Awanpanas terekam di seismogram dengan amplitudo 70 mm dan durasi 125 mm. Terpantau kolom setinggi ±800 m dari puncak," tulis laporan resminya.

Hingga kini BPPTKG masih mempertahankan status gunung yang membatasi empat kabupaten tersebut di level II atau Waspada.

Merapi Semburkan Awan Panas Setinggi 800 Meter, Wilayah Turi Diguyur Hujan Abu Tipis

Sementara itu berdasarkan laporan aktivitas dari pukul 06.00 - 12.00 WIB, Gunung Merapi tercatat mengeluarkan guguran lava sebanyak empat kali dengan jarak luncur antara 600-1.100 meter. Guguran mengarah ke hulu Kali Gendol.

Visual Puncak dilaporkan jelas dengan asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal dan tinggi 80 meter di atas puncak kawah.

Akibat kejadian ini, dilaporkan hujan abu tipis mengguyur daerah Sleman bagian utara tepatnya Kecamatan Turi.

"Hujan abu tipis dilaporkan terjadi di wilayah Tunggul Arum, Wonokerto, Turi. Namun saat ini sudah berangsur-angsur hilang," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan melalui pesan singkat siang ini.

Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Siang tadi

Keluarkan Letusan Setinggi 800 Meter, Status Gunung Merapi Masih Waspada Level 2

Dijelaskan, hujan abu tipis terjadi sekitar pukul 12.30 WIB hingga mendekati pukul 13.00 WIB siang. Abu awalnya bertiup ke arah barat lalu berubah menuju arah barat laut. Situasi pun dikabarkan kondusif dan terkendali.

BPPTKG masih merekomendasikan agar area dalam radius 3 km dari puncak untuk dikosongkan atau tidak ada aktivitas manusia. Sementara masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa di luar radius 3 km dari puncak Gunung Merapi.

Hingga kini, TRIBUNJOGJA.COM masih mencoba menghubungi Kepala BPPTKG Yogyakarta untuk meminta penjelasan terkait aktivitas Gunung Merapi tersebut. (Tribunjogja I Wahyu Setiawan Nugroho)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved