Yogyakarta

Taman Bermain Bawah Flyover Lempuyangan Akan Steril dari Pedagang

PT KAI Daop 6 mengimbau pedagang di bawah flyover Lempuyangan untuk memindahkan dagangannya.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma Wardhani
Tempat bermain di bawah flyover Lempuyangan dekat stasiun Lempuyangan yang rencananya akan steril dari pedagang, Sabtu (21/9/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PT KAI Daop 6 mengimbau pedagang di bawah flyover Lempuyangan untuk memindahkan dagangannya.

Hal itu disampaikan oleh Manager Humas KAI Daop 6, Eko Budiyanto.

Pihaknya juga telah melakukan sosialisasi kepada pedagang yang bersangkutan.

Hanya menunggu waktu saja untuk sterilisasi.

Keceriaan Pedagang dan Juragan Sayur Berjoget Ria di Grebek Pasar Isuzu Traga 2019 Magelang

"Ya nantinya akan disterilkan (pedagang di bawah flyover Lempuyangan). Kami sudah sosialisasi kemarin. Kami masih mencari waktu yang tepat untuk sterilisasi," katanya, Sabtu (21/9/2019).

Ia menjelaskan alasan sterilisasi lokasi tersebut adalah karena lokasi tersebut bukan area publik.

Menurut dia, lokasi tersebut memang tidak boleh digunakan berjualan.

"Memang lokasi harus steril, bukan untuk berjualan. Tetapi kan ini digunakan untuk jualan, untuk mainan anak-anak. Lokasi cukup berbahaya dan bukan area bermain anak," jelasnya.

"Ada beberapa tempat yang dimanfaatkan untuk hal seperti ini (jualan), ke depan juga akan disterilkan. Tetapi sementara yang Lempuyangan dulu. Nanti akan dilakukan secara bertahap,"sambungnya.

Rencana sterilisasi rupanya sudah sampai di telinga pedagang, satu di antaranya adalah Haliman (46).

Tekan Angka Kecelakaan, PT KAI Daop 6 Yogyakarta Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang

Ia mengaku tak memiliki tempat tujuan lain jika nantinya akan digusur.

Sudah sejak tahun 2006 ia berjualan telur puyuh goreng di sana.

"Sudah tahu (sosialisasi) beberapa hari kemarin. Katanya kami dikasih waktu sampai Selasa depan. Tetapi ya kami masih menunggu saja, belum tahu mau pindah kemana," ujarnya pada Tribunjogja.com.

Ia pun tak merasa keberatan jika tempatnya mencari nafkah harus diambil alih oleh KAI Daop 6, sebab lokasi tersebut memang bukan miliknya.

"Ya tidak keberatan, lha wong cuma numpang. Saya juga tidak pernah disuruh bayar, gratisan saja di sini. Ya kami pasrah saja," tambahnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved