Breaking News:

Tekan Angka Kecelakaan, PT KAI Daop 6 Yogyakarta Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang

Sosialisasi dilakukan di Perlintasan Sebidang JPL 349 Jalan Timoho, JPL 352 Jalan Lempuyangan, dan JPL 347 Jalan HOS Cokro Aminoto Yogyakarta

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan Nugroho
PT KAI Daop 6 Yogyakarta bekerjasama dengan Kepolisian dan Dinas Perhubungan mensosialisasikan keselamatan di perlintasan sebidang Jalan Lempuyangan, Selasa (17/9/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Merespon masih adanya angka kecelakaan di perlintasan sebidang, PT KAI Daop 6 Yogyakarta bekerjasama dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan melakukan sosialisasi keselamatan perlintasan sebidang di sejumlah titik di Kota Yogyakarta, Selasa (17/9/2019).

Sosialisasi dilakukan di Perlintasan Sebidang JPL 349 Jalan Timoho, JPL 352 Jalan Lempuyangan, dan JPL 347 Jalan HOS Cokro Aminoto Yogyakarta.

Eko Budiyanto, Manager Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, menerangkan sosialisasi ini menjadi langkah preventif untuk menggalakkan kewaspadaan masyarakat saat melintas di perlintasan kereta api.

"Perlintasan sebidang ini kan cukup berbahaya karena memotong jalur kereta sehingga ada potensi kecelakaan jika tak waspada. Makanya kita sosialisasikan kepada yang melintas," katanya kepada media.

Saat ini, Daop 6 Yogyakarta mencatat terdapat 445 perlintasan aktif.

Dari sejumlah perlintasan tersebut ada sebanyak 120 perlintasan dijaga, adapun perlintasan yang tidak dijaga sebanyak 240 perlintasan.

58 lainnya merupakan perlintasan tidak resmi.

Sedangkan perlintasan tidak sebidang baik berupa flyover maupun underpass berjumlah 27.

Ia menyatakan, salah satu tingginya angka kecelakaan pada perlintasan diakibatkan karena kurangnya kesadaran pengguna jalan raya.

Tidak sedikit para pengendara yang menerobos perlintasan meskipun sudah ada peringatan, melalui sejumlah rambu yang terdapat pada perlintasan resmi.

"Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat untuk mentaati aturan lalu lintas di perlintasan sebidang semakin meningkat. Sebab, pelanggaran lalu lintas di perlintasan sebidang tidak saja merugikan pengendara jalan tetapi juga perjalanan kereta api," tandasnya.

Tak hanya memberikan imbauan untuk mematuhi aturan di perlintasan sebidang kepada pengguna jalan, di lokasi tersebut pihak kepolisian juga melakukan penegakan hukum apabila kedapatan ada yang melanggar lalu lintas termasuk perlintasan sebidang.

Sosialisasi serupa juga dilakukan di wilayah Surakarta tepatnya di perlintasan sebidang JPL 116 Jalan Letjen S Parman, JPL 99 Jalam Slamet Riyadi, dan JPL 94 Jalan RM Said Surakarta. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved