Sleman

Sendratari Ramayana 'Shinta Ilang' Buka Pemecahan Rekor MURI di Tebing Breksi

Puluhan penari memukau ratusan penonton yang sudah memadati Tebing Breksi untuk menyaksikan pemecahan rekor MURI sore ini.

Sendratari Ramayana 'Shinta Ilang' Buka Pemecahan Rekor MURI di Tebing Breksi
TRIBUNJOGJA.COM / Andreas Desca Budi Gunawan
Sendratari Ramayana 'Shinta Ilang' Buka Pemecahan Rekor MURI di Tebing Breksi 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Andreas Desca Budi Gunawan

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemecahan rekor muri mengenakan busana wayang peserta terbanyak, Sabtu (21/9/2019) yang digelar di Tebing Breksi dibuka dengan sangat meriah.

Dari pantauan Tribunjogja.com, pembukaan acara ini diawali dengan suguhan Sendratari Ramayana dengan tema Shinta Ilang.

Puluhan penari memukau ratusan penonton yang sudah memadati Tebing Breksi untuk menyaksikan pemecahan rekor MURI sore ini.

Keceriaan Pedagang dan Juragan Sayur Berjoget Ria di Grebek Pasar Isuzu Traga 2019 Magelang

Sebelumnya, sebanyak 257 peserta akan melakukan Pemecahan rekor muri dengan mengenakan busana wayang peserta terbanyak.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata DIY.

Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharja menyampaikan tujuan dilakukan Pemecahan rekor muri ini.

"Pemecahan rekor muri ini memiliki dua tujuan yakni mengenalkan Taman Tebing Breksi yang dulunya merupakan tambang batu namun sekarang berubah sebagai destinasi wisata yang terkenal," ujarnya.

BREAKINGNEWS : Pemecahan Rekor Muri Mengenakan Busana Wayang dengan Peserta Terbanyak

Lanjut Singgih, Dinas Pariwisata DIY juga ingin meneguhkan bahwa Yogyakarta itu destinasi wisata berbasis budaya.

"Selain mengenalkan Tebing Breksi, kita juga ingin mengenalkan potensi budaya di Yogyakarta salah satunya wayang orang. Disisi lain juga meneguhkan bahwa Yogyakarta itu tujuan dan destinasi wisata berbasis budaya yang terkemuka di Asia Tenggara dengan kualitas dunia," imbuhnya.

Pada kegiatan pemecahan rekor MURI ini, para peserta akan membawakan penggalan kisah perwayangan Ramayana dengan judul Rama Manggala Jajar. (*)

Penulis: Andreas Desca
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved