Pendidikan

Dies Natalis ke-64, Fakultas Biologi UGM Terus Berinovasi

Fakultas Biologi UGM sedang berusaha mengembangkan teknik optimalisasi panen buah tanpa harus mengikuti musim panen.

Tayang:
Penulis: Siti Umaiyah | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Siti Umaiyah
Peringatan Dies Natalis Fakultas Biologi UGM ke 64 pada Kamis (19/9/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Pengembangan dan inovasi terus dilakukan oleh Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Saat ini, Fakultas Biologi UGM sedang berusaha mengembangkan teknik optimalisasi panen buah tanpa harus mengikuti musim panen.

Seusai peringatan Dies Natalis Fakultas Biologi UGM ke 64, Dekan Biologi UGM, Budi Setiyadi Daryono menerangkan jika Indonesia sendiri memiliki beraneka ragam buah-buahan.

Meriahnya Hari Kedua Grebek Pasar Isuzu Traga di Pasar Suko Sewukan Magelang

Menurutnya, kebanyakan dari buah-buahan ini hanya berbuah di musim tertentu.

Oleh karenanya, pihaknya mulai melakukan penelitian untuk bisa merancang buah ini agar bisa berbuah di luar dari musimnya.

"Indonesia memiliki potensi besar atas adanya buah. Kami kembangkan formulasi. Buah yang sebelumya tergantung musim, dengan teknologi, kita bisa menambah dan perancangan di luar dari musim," ungkapnya pada Kamis (19/9/2019).

Menurutnya, pihaknya sudah memulai riset terhadap tanaman tropis seperti kelengkeng, durian, pete, jengkol.

Budi menerangkan jika riset tersebut sudah dibuktikan di Kulonprogo dan Gunungkidul.

Kedua lokasi ini dipilih karena kedekatan akses. Hal tersebut akan memudahkan monitoring dan evaluasi.

UGM Simpan Ribuan Fosil Orangutan Jawa

Selain pengembangan tanaman musiman, UGM juga meriset tanaman yang bukan hanya bisa diproduksi menjadi jamu melainkan juga obat. Misalnya saja buah merah, tanaman gaharu, jeruk, melon.

"Untuk penelitian terhadap buah merah dilakukan bersama akademisi UGM dan pihak-pihak lain terkait di Papua. Sedangkan buah melon, kita mencoba menghadirkan melon konsumsi yang edible, handy dan cepat panen," terangnya.

Panut Mulyono, Rektor UGM dalam sambutannya menerangkan perkembangan sains mampu memberikan kontribusi kepada bangsa agar semakin maju.

Menurutnya, ke depan tantangan akan semakin berat, seperti halnya di beberapa negara yang masih terjadi konflik perubahan iklim, pencemaran, kerusakan lingkungan.

"Dengan Dies Natalis, diharapkan bisa lebih memberikan kontribusi pada bangsa dan fakultas menjadi semakin maju. Di sisi lain, Indonesia masih punya banyak pekerjaan rumah," ungkapnya.

UGM Masuk Peringkat Universitas Dunia 2020 Versi THE

Panut menerangkan, diantaranya pekerjaan rumah yang harus dipikirkan yakni Indonesia belum sepenuhnya menjadi bangsa produktif, yang ditandai impor produk pangan dan pertanian, yang seharusnya bisa dipenuhi sendiri.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved