Jawa
Realisasi Keuangan dan Fisik Kabupaten Magelang Masih Rendah
Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Kabupaten Magelang diminta untuk mempercepat realisasi keuangan dan capaian fisik tahun 2019.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Kabupaten Magelang diminta untuk mempercepat realisasi keuangan dan capaian fisik tahun 2019 ini.
Pasalnya, hingga bulan Agustus 2019 ini, realisasi anggaran baru mencapai 21 persen dan realisasi fisik 45,57 persen.
Capaian ini masih rendah dan belum mencapai target.
• Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah
"Capaian ini rendah, secara keuangan dan fisik dibandingkan pada bulan yang sama pada tahun 2018 lalu. Realisasi anggaran 21 persen, dan realisasi fisik 45,57 persen. Capaian ini belum memenuhi target," ujar Zaenal Arifin melalui Sekda Kabupaten Magelang, Adi Waryanto, saat ditemui Tribunjogja.com di sela upacara di Halaman Setda Kabupaten Magelang, Kota Mungkid, Kabupaten Magelang.
Para OPD pun mesti melalukan percepatan realisasi keuangan dan capaian fisik sesuai target yang telah ditentukan.
Dari total anggaran belanja langsung APBD Kabupaten Magelang tahun 2019 sebanyak Rp 958.382.972.631 untuk membiayai 1.921 kegiatan.
Namun, hingga akhir bulan Agustus 2019, realisasi anggaran baru terserap sebesar 21 persen dari target 65,26 persen.
• Pemkab Magelang Serahkan Santunan ke 1.700 Anak Yatim
Sementara realisasi fisik baru tercapai 45,57 persen dari target 61,52 persen.
"Memasuki akhir triwulan III Tahun 2019, Kepala OPD harus segera melakukan percepatan realisasi keuangan dan capaian fisik sesuai dengan target," ujar Adi.
Selain masalah anggaran, Adi juga menyinggung soal kebakaran yang melanda kawasan hutan lindung di Gunung Merbabu meliputi Kabupaten Magelang, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Boyolali.
Kebakaran tersebut telah menghanguskan 436 hektar lahan hutan, mengancam ekosistem flora dan fauna, dan menganggu sumber mata air.
"Musibah ini memberikan pelajaran bahwa bencana bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Oleh karena itu, kami minta kepada semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran dalam menjaga lingkungan sebagai tanggung jawab bersama," tuturnya.
• BREAKING NEWS : Pemerintah Kabupaten Magelang Tetapkan Status Darurat Kebakaran Gunung Merbabu
Pihaknya pun mengapresiasi seluruh petugas gabungan yang telah berjasa melakukan pemadaman terhadap kebakaran hutan di Gunung Merbabu.
Ia berharap kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi di waktu mendatang.