Pendidikan

Disdikpora DIY Sarankan Selipkan Pendidikan Antikorupsi dalam Semua Mata Pelajaran

Hal tersebut dikarenakan perilaku antikorupsi jauh lebih penting dibandingkan hanya sekedar mata pelajaran.

Disdikpora DIY Sarankan Selipkan Pendidikan Antikorupsi dalam Semua Mata Pelajaran
TRIBUNJOGJA.COM / Siti Umaiyah
Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Kadarmanta Baskara Aji 

TRIBUNJOGJA.COM - Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Kadarmanta Baskara Aji menyampaikan pendidikan antikorupsi sangat penting ditanamkan sedini mungkin.

Namun untuk DIY sendiri, Aji menerangkan jika pendidikan antikorupsi tidak perlu dijadikan satu mata pelajaran khusus dan cukup diselipkan dalam mata pelajaran yang lainnya.

Hal tersebut dikarenakan perilaku antikorupsi jauh lebih penting dibandingkan hanya sekedar mata pelajaran.

Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah

"Tidak ada (mata pelajaran khusus), terintergrasi dengan mata pelajaran lain. Kita jangan senang menambah mata pelajaran, karena yang kita butuhkan perilaku pencegahan korupsi bukan pelajarannya," ungkapnya pada Tribunjogja.com, Senin (16/9/2019) di Auditorium UNY.

Dia mengungkapkan, jika sebenarnya anak-anak sudah mengerti tentang mana saja yang dinamakan korupsi dan mana yang bukan.

Lebih dari itu, yang diperlukan anak mengenai pendidikan antikorupsi adalah aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

"Kalau orang mencuri itu tidak boleh, tapi bagaimana tidak mencuri, itu yang dijadikan fokus. Tindakan dan perilaku sehari-hari, bukan pelajaran. Atau semisal pelajaran Budi Pekerti, anak mengerti kalau bicara dengan orangtua harus sopan, kalau makan pakai tangan, tapi apa dia melakukan, itu yang paling penting," katanya.

Aji menjelaskan jika pihaknya beberapa saat lalu juga sudah berbicara dengan Wakil Ketua KPK dan mengukuhkan narasumber antikorupsi yang akan diterjunkan ke sekolah.

Dia mengungkapkan jika penanaman nilai-nilai antikorupsi memang harus dilakukan sedini mungkin, dimana untuk DIY sendiri bisa dilakukan dengan pendekatan berbasis budaya.

"Prinsipnya di DIY kita membangun kebiasaan perilaku anak sejak dia berada di sekolah dengan pendekatan berbasis budaya, yang ada di sekolah itu. Nanti pendidikan berbasis budaya yang Ngarso Dalem sudah dapat Doktor Honoris Causa itu menjadi salah satu modal kita, kita tambah materi dengan bagaimana kita bisa melakukan pencegahan terhadap perilaku koruptif," terangnya. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved