Sleman

Pemkab Sleman Kukuhkan Sentra Industri Jadah Tempe

Sri Muslimatun dalam kesempatan itu mengatakan, jadah tempe adalah makanan tradisional khas dari Kabupaten Sleman yang cukup terkenal.

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Warga menjual jadah tempe di kawasan Tlogo Putri, Kaliurang. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Para pelaku usaha jadah tempe di kawasan wisata Kaliurang saat ini sudah ternaungi dalam wadah Sentra Industri Jadah Tempe Kaliurang. Bertempat di Tlogo Putri, Sentra Industri Jadah Tempe resmi dikukuhkan oleh Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun, Rabu (11/9/2019).

Sri Muslimatun dalam kesempatan itu mengatakan, jadah tempe adalah makanan tradisional khas dari Kabupaten Sleman yang cukup terkenal.

"Belum lengkap kalau ke Kaliurang jika tidak makan jadah tempe, hanya ada di tempat wisata di sekitar lereng merapi," ujarnya.

Tantangan Industri Jadah Tempe di Kaliurang, dari Tempat Penjualan Hingga Kunjungan Wisatawan Turun

Maka dari itu, untuk meningkatkan kualitas produksi, perajin bisa melakukan inovasi misalnya pengemasan yang lebih menarik dan menjamin higienisnya.

Upaya itu bisa lebih mudah tercapai ketika dikukuhkannya Sentra Industri Jadah Tempe.

Muslimatun mengatakan, pengukuhan ini adalah salah satu strategi untuk meningkatkan empat faktor utama dalam sentra industri, yakni produkitivitas.

Dengan sentra industri ini, maka sudah jelas akan ada fokus produk yang akan orang cari.

Kedua adalah tempat, di mana Hargobinangun Pakem dikenal sebagai tempat orang memproduksi jadah tempe.

Ketiga adalah promosi, dengan sentra ini maka usaha promosi dapat dikelola lebih maksimal. Dan terakhir adalah harga.

Sentra Industri Dianggap Jadi Solusi Permasalahan Usaha Jadah Tempe di Kaliurang Sleman

"Kalau sudah disentrakan begini, orang tidak bisa memberikan harga semaunya. Harganya pasti, promosinya pasti," jelasnya.

Dengan dibentuknya sentra tersebut, maka juga akan meningkatkan pangsa pasar, menjaga mutu, dan jadah tempe akan diakui miliknya Sleman. Jadah tempe akan menjadi sumber penghasilan dan bukan sambilan lagi.

"Karena sudah disentrakan, akan menjadi lebih mudah dibina. Nanti kalau kurang modal, diberi modal. Dan tidak akan macet kreditnya karena ini tanggung renteng," paparnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Tri Endah Yitnani mengatakan industri jadah tempe di wilayah Kaliurang saat ini telah berkembang menjadi kurang lebih 67 unit usaha.

Pemasaran produk jadah tempe sebagaian besar diseputar obyek wisata kaliurang.

Beberapa sudah merambah disepanjang jalan kaliurang dan pasar tradisional di DIY.

Ia menerangkan, maksud dan tujuan dari pengukuhan sentra industri jadah tempe di Kabupaten Sleman adalah untuk penguatan kelembagaan sentra sekaligus sebagai pengungkit eksistensi dari jadah tempe.

"Sehingga jadah tempe ke depannya akan menjadi salah satu ikon makanan tradisional dari Yogyakarta," ujarnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved