Yogyakarta
Makna Kunjungan Ibu Negara di Pasar Beringharjo
Kunjungan Ibu Negara Iriana Joko Widodo pagi tadi, Jumat (6/9/2019) di Pasar Beringharjo Yogyakarta memiliki sebuah nilai pembelajaran yang patut menj
Penulis: Andreas Desca | Editor: Ari Nugroho
Laporan reporter Tribunjogja.com, Andreas Desca Budi Gunawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kunjungan Ibu Negara Iriana Joko Widodo pagi tadi, Jumat (6/9/2019) di Pasar Beringharjo Yogyakarta memiliki sebuah nilai pembelajaran yang patut menjadi contoh bagi rakyat Indonesia.
Hal ini utamanya dalam mengurangi penggunaan kantung plastik dalam kehidupan sehari-hari.
• Dikunjungi Ibu Negara, Pedagang di Pasar Beringharjo Sengaja Buka Lebih Pagi
Pasalnya dalam kunjungan tersebut, Iriana yang sempat membeli kaos dengan motif wayang untuk cucunya tidak mau menerima kantong plastik untuk membawa belanjaannya.
Akhirnya pasca-penolakan kantung plastik itu, pedagang memberikan paper bag sebagai pengganti kantong plastik yang sempat ditolak sebelumnya.
Ini menjadi pembelajaran yang sangat penting karena berdasarkan data di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sekitar 9,8 miliar lembar kantong plastik digunakan oleh masyarakat Indonesia setiap tahunnya.
• Sempat Menawar Baju di Pasar Beringharjo, Tapi Iriana Jokowi Akhirnya Bayar Sesuai Harga
Menurut data dari KLHK juga, hampir 95 persen kantong plastik yang digunakan dari total 9,8 miliar lembar akhirnya berakhir menjadi sampah.
Selain itu, menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Indonesia menempati urutan kedua penyumbang sampah plastik ke laut terbesar di dunia.
Total volume sampah plastik yang bermuara di laut mencapi 3,2 juta ton. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/breaking-news-belanja-di-sentra-pkl-iriana-jokowi-tak-mau-kaos-batiknya-dibungkus-plastik.jpg)