Yogyakarta

PLN Imbau Masyarakat Berkoordinasi Saat Hendak Beraktivitas Dekat Jaringan Listrik

Dari sini, petugas PLN yang melakukan tindakan sesuai SOP demi memastikan keamanan aktifitas di dekat lokasi jaringan listrik PLN.

PLN Imbau Masyarakat Berkoordinasi Saat Hendak Beraktivitas Dekat Jaringan Listrik
Ist
Ilustrasi: Para petugas tampak sedang memastikan peralatan yang akan digunakan dalam menjaga keandalan listrik ke pelanggan sudah sesuai standar operasi. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pihak PLN menghimbau masyarakat tak terkecuali petugas kedinasan atau pelayanan publik lainnya untuk berkoordinasi terlebih dahulu ke PLN saat hendak melakukan aktivitas berhubungan dengan jaringan listrik.

Misalnya menebang pohon, mendirikan bangunan dekat kabel listrik maupun memasang dan menurunkan baliho, penjor atau sejenisnya.

Imbauan ini disampaikan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Yogyakarta menyusul kejadian tiga petugas Satol PP Bantul tersengat listrik saat mencoba melepas Baliho di Simpang Empat Jambidan, Banguntapan, Bantul, Selasa (3/9/2019) kemarin.

Dari perisitiwa tersebut, satu petugas meninggal, satu luka bakar dan satu orang sempat syok.

Keterangan Saksi Mata : Kronologi 3 Anggota Satpol PP Bantul Tersengat Listrik

“Kami secara kontinyu selalu menghimbau agar masyarakat yang akan melakukan kegiatan dekat dengan jaringan kurang dari 3 meter agar lebih dulu berkoordinasi dengan PLN terdekat. Supaya petugas PLN dapat melakukan pengamanan terlebih dahulu sebelum dilakukan pekerjaan,” kata Humas PT PLN UP3 Yogyakarta, Rina Wijayanti dihubungi lewat saluran telepon.

Terkait korban petugas Satpol PP Bantul yang meninggal, PLN memberikan keterangan jika hal tersebut karena faktor alat.

Yaitu, jarak peralatan yang dipakai korban dan jaringan sangat dekat.

Kondisi ini menyebabkan korban terkena induksi yang mengakibatkan korban tersengat listrik PLN.

Apalagi berdasarkan info dari warga, peralatan sempat menyentuh kabel PLN.

Manajer UP3 PLN Yogyakarta, Rossi Priyo Nugroho menjelaskan secara lebih rinci, mengapa jarak aman ketika melakukan aktivitas harus minimal 3 meter dari jaringan listrik PLN.

Menurut Rossi, muatan arus plus (+) dan minus (-) bisa melompat saat seseorang terlalu dekat dengan kabel listrik PLN yang kemudian membuat seseorang tersengat listrik.

Anggota Satpol PP Bantul yang Meninggal Tersengat Listrik Adalah Ardi Suryo Nugroho

“Semakin besar tegangan yang mengalir dalam jaringan listrik PLN maka jarak amannya juga akan lebih jauh lagi. Kalau kebanyakan jaringan listrik PLN di pinggir jalan itu amannya 3 meter. Tapi jaringan listrik dengan tegangan lebih besar seperti Sutet itu bisa sampai 9 meter. Hal ini demi menghindari adanya sengatan listrik,” kata Rossi kepada Tribun jogja.

Atas peristiwa yang terjadi di Bantul tersebut, Rossi meminta masyarakat umum, termasuk para petugas yang kerap bersinggungan dengan kabel listrik PLN saat menjalankan tugas untuk lebih dulu berkoordinasi dengan PLN terdekat.

Dari sini, petugas PLN yang melakukan tindakan sesuai SOP demi memastikan keamanan aktifitas di dekat lokasi jaringan listrik PLN.

“Petugas akan datang ke lokasi. Bisa dilakukan berupa memutus sementara jaringan listrik di area sekitar pengerjaan. Bisa juga tanpa memutus aliran listrik namun dilakukan tindakan khusus jika jaringan tersebut merupakan saluran vital misalnya dekat rumah sakit. Jadi yang paling utama adalah berkoordinasi dengan pihak PLN terlebih dahulu,” kata Rossi. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: sus
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved