PAD Wisata Kabupaten Gunungkidul Baru 53 Persen

Tahun 2019 tinggal menyisakan 4 bulan lagi, namun Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor andalan Kabupaten Gunungkidul yaitu wisata, baru mencapai 53 %

Tayang:
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo | Editor: Yoseph Hary W
style.tribunnews.com
Pantai Sedahan Gunungkidul 

PAD Wisata Kabupaten Gunungkidul Baru 53 Persen

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL-Tahun 2019 tinggal menyisakan 4 bulan lagi, namun Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor andalan Kabupaten Gunungkidul yaitu wisata, baru mencapai 53 persen dari yang telah ditargetkan.

Hal tersebut diutarakan oleh Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) kabupaten Gunungkidul, Asti Wijayanti, Minggu (1/9/2019).

"target pada tahun ini Rp 27,9 milliar, dan saat ini sudah pada titik 53 persen. Kami tetap optimis dapat memenuhi target pada akhir tahun 2019 ini," katanya.

Ia menuturkan untuk memenuhi target memang masih diperlukan upaya ekstra.

Rasakan Rapat, Seminar, atau Lokakarya Pinggir Pantai di Aula Pertemuan Pulau Tegal Mas

Dinpar Gunungkidul Kesulitan Kembangkan Wisata Daerah Utara Lantaran Akses Jalan Curam

Dirinya berharap ada hal baru pada sektor pariwisata yang dapat menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Gunungkidul.

"Kami harapkan ada pantai Ngrawe-Ngrawe baru karena bisa menjadi daya tarik yang luar biasa. Sekarang pantai Kukup sudah mulai dipadati pengunjung juga," katanya.

Sambung Asti sekarang ini wilayah selatan masih menjadi andalan Gunungkidul untuk menarik wisatawa.

Menurutnya pengunjung pantai masih mendominasi jumlah kunjungan wisata di Gunungkidul.

"Kalau pengunjung di pantai masih mendominasi, kurang lebih 90 persen pengunjung itu kepantai. Sedangkan wilayah utara Gunungkidul sebenarnya juga memiliki potensi yang sangat baik," ucapnya.

Ia mencontohkan destinasi wisata di kawasan utara Gunungkidul seperti Gunung Gambar, Ngelanggeran, Embung Sriten, Green Village yang berada di Gedangsari.

"Memang perlu promosi yang besar untuk memperkanalkan wisata bagian utara ini. Green Village sudah mulai banyak dikunjungi juga disana ada flying fox sepanjuang 625 meter yang merupakan terpanjang di Asia Tenggara," katanya.

Sementara itu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten GUnungkidul Eko Rustanto, mengatakan penurunan PAD yang dialami oleh Kabupaten Gunungkidul harus disikapi secara serius oleh pihak pemkab.

Menurutnya potensi PAD Kabupaten Gunungkidul sangat besar namun membutuhkan manajeman yang baik untuk pengelolaannya.

"Semua stakeholder harus merubah mindestnya. Kalau hanya mengandalkan retribusi ya jumlahnya kecil sekali," ucapnya

(wis/ Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved