Gunungkidul
Dinpar Gunungkidul Kesulitan Kembangkan Wisata Daerah Utara Lantaran Akses Jalan Curam
Untuk mengembangkan kawasan wisata utara Gunungkidul mengalami hambatan satu di antaranya adalah akses jalan yang curam.
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kabupaten Gunungkidul tidak hanya memiiki potensi di wilayah selatan yang berupa pantai saja, namun Kabupaten Gunungkidul juga memiiki potensi wisata di wilayah utara yang berupa pegunungan.
Tetapi hingga saat ini, masih sedikit wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.
Dinas Pariwisata Gunungkidul juga mengakui bahwa untuk mengembangkan kawasan wisata utara Gunungkidul mengalami hambatan satu di antaranya adalah akses jalan yang curam.
• Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti menuturkan daerah utara Kabupaten Gunungkidul memiliki berbagai potensi wisata seperti Embung Sriten, Gunung Gambar, Gunung Gentong (4g) dan juga Gunung Api Purba Ngelanggeran.
"Kami telah mencoba kembangkan wisata utara seperti 4g memang akses jalan belum begitu bagus, namun kami sudah mendorong masyarakat untuk berkembang dalam mengelola wisata. Memang beberapa waktu lalu ada konflik tetapi sudah bisa ditangani," katanya, saat ditemui Tribunjogja.com, Rabu (28/8/2019).
Pihaknya terus melakukan penetrasi pengembangan daerah 4G dengan membentuk kelompok sadar wisata (pokdarwis).
Selain itu, sarana dan prasarana juga telah dibantu oleh Dinas Pariwisata DIY.
"Kami juga akan melakukan pembangunan di sana kalau anggaran disetujui pada tahun 2020 yang akan menjadikan 4g destinasi baru yang pantas untuk dikunjungi," ujarnya.
• Gaji di Bawah UMK, GTT di Gunungkidul Keluhkan Sulit Akses Jaminan Kesehatan
Sedangkan untuk Embung Sriten saat ini sudah mulai menggeliat dengan adanya beberapa event yang sudah digelar di Embung Sriten, seperti Festival Sriten untuk budaya dan paralayang yang sudah dilaksanakan pada minggu ke tiga bulan Agustus ini.
"Mungkin ada even-even lain yang diselenggarakan disana mengingat lokasinya sangat bagus untuk paralayang. Lalu Gunung Gambar mempunyai potensi yang bagus bagi masyarakat yang berminat pada bidang sejarah," katanya.
Ia juga tidak menampik saat ini kunjungan wisata sebanyak 90 persen masih berada di pantai.
"Memang yang jadi masalah adalah akses, Sriten memang benar sudah dibangun aksesnya cuma hanya untuk kendaraan kecil tidak mungkin bus besar masuk. Kalau kita ingin mass tourism harus bisa dilalui bus besar jalannya," katanya.
Tak hanya Sriten, hal serupa juga terjadi di lokasi wisata Gunung Gambar yang memiliki akses jalan sangat curam.
• BREAKING NEWS : Lagi, Hewan Ternak Mati Mendadak di Kawasan Terpapar Antraks di Gunungkidul
"Memang ada wacana membangun jalan dari Sriten, Gunung Gambar dan lainnya dan saat ini mencoba dibuat Desain Enggineering Desain (DED) kalau itu wacana sudah berkembang 2-3 tahun lalu," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-gunungkidul_20180731_185434.jpg)