Polisi Masih Buru Satu Pelaku Pencuri Puluhan Handphone di Bantul

Kepolisian Bantul sudah menjalin koordinasi dengan Kepolisian Jawa Barat untuk sama-sama melacak keberadaan pelaku.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Riko Sanjaya, didampingi Kasubag Humas Polres Bantul, AKP Sulistyaningsih, menunjukkan pelaku dan barang bukti kejahatan di Mapolres Bantul, Rabu (28/8/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Jajaran Polres Bantul masih memburu satu pelaku yang terlibat dalam aksi pencurian puluhan handphone di sebuah konter di Jalan Wates Kasihan, Bantul.

Identitas pelaku pun saat ini sudah dikantongi oleh aparat.

"Satu pelaku atas nama EKS masih DPO. Identitas sudah kita miliki. Usianya sebaya dengan pelaku yang sudah kita tangkap," kata Kasat Reskrim polres Bantul, AKP Riko Sanjaya, didampingi Kasubag Humas polres Bantul AKP Sulistyaningsih, saat jumpa pers di Mapolres Bantul, Rabu (28/8/2019).

Menurut Riko, pihak kepolisian Bantul sudah menjalin koordinasi dengan Kepolisian Jawa Barat untuk sama-sama melacak keberadaan pelaku.

"Saat kita datangi, pelaku ini ternyata tidak ada dirumah. Kita sudah koordinasi dengan Kepolisian setempat," terang dia.

EKS yang masih buron ini merupakan teman Asep Mulyana, satu pelaku yang sebelumnya telah berhasil ditangkap.

Keduanya diduga terlibat dalam aksi pencurian puluhan handphone di sebuah konter ponsel di Bantul.

Tak tanggung-tanggung dalam aksi yang dilancarkan pada 18 Juli 2019 itu kedua pelaku berhasil membawa kabur kurang lebih 50 handphone.

"Kerugian ditaksir mencapai Rp67 juta," tuturnya.

Diketahui, kronologi pencurian bermula ketika pelaku dengan seorang temannya, EKS, pulang dari Surabaya menggunakan sepeda motor melintas di Jalan Wates, Bantul.

Di tengah perjalanan, keduanya yang saat itu mengaku tidak memiliki ongkos, kemudian melihat ada sebuah konter handphone.

Tak pikir panjang, satu pelaku bernama Asep kemudian masuk ke dalam konter dengan cara memanjat atap dan membobol eternit.

Mereka menggasak kurang lebih 50 handphone. Puluhan handphone itu oleh pelaku kemudian dijual kepada orang-orang yang ditemui di sepanjang perjalanan menuju Jawa Barat.

Satu handphone dijual dengan kisaran harga Rp300 ribu - Rp800 ribu.

"Uang dari hasil penjualan dipakai oleh pelaku untuk ongkos pulang dan kebutuhan sehari-hari," ujar AKP Riko. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved