Yogyakarta

Ikatan Istri Pimpinan BUMN DIY Libatkan Masyarakat Kurangi Sampah Plastik

Ikatan Istri Pimpinan (IIP) BUMN DIY melibatkan sejumlah elemen masyarakat dalam kampanye 'Indonesia Bebas Sampah Plastik' yang digelar di Benteng Vre

Ikatan Istri Pimpinan BUMN DIY Libatkan Masyarakat Kurangi Sampah Plastik
Dok IIP
Sejumlah anggota Ikatan Istri Pimpinan (IIP) BUMN DIY menggelar bersih-bersih di kawasan Malioboro sebagai rangkaian kampanye 'Indonesia Bebas Sampah Plastik' yang digelar di Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Selasa (27/8/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ikatan Istri Pimpinan (IIP) BUMN DIY melibatkan sejumlah elemen masyarakat dalam kampanye 'Indonesia Bebas Sampah Plastik' yang digelar di Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Selasa (27/8/2019).

Dalam kampanye ini, IIP BUMN DIY menggelar serangkaian acara yang diikuti oleh ratusan warga.

Diantaranya pembagian lebih dari 250 tumbler kepada peserta sosialisasi dan siswa SD di Kota Yogyakarta, Bersih-bersih kawasan Malioboro, sosialisasi Pola Hidup Minim Sampah kepada komunitas pedagang Malioboro, sosialisasi Mengolah Sampah Menjadi Emas kepada warga sekitar Malioboro hingga melakukan kunjungan ke Desa Wisata Lingkungan Sukunan.

Ketua IIP BUMN DIY, Heriyanti Suzana Edy Setijono mengatakan bahwa sosialisasi ini dimaksudkan agar masyarakat hingga pelaku bisnis dapat mulai beralih dari plastik ke bahan yang ramah lingkungan.

Gubernur DIY Tak Mau Intervensi Skema BUMN Soal Aerotropolis

"Kita juga mengajak dan memotivasi masyarakat untuk mulai mengumpulkan sampah plastik yang mana saat ini dapat juga ditukar dengan emas melalui tabungan yang dinilai dengan nilai emas," katanya kepada media, Selasa (27/8/2019).

Sementara itu, dalam kegiatan pembagian tumbler kepada anak sekolah dimaksudkan agar mulai dari anak-anak terbiasa membawa tempat minum sendiri dari rumah.

"Hal ini sebagai salah satu bentuk himbauan keras terhadap pengurangan limbah plastik. Mulai dari anak-anak harus sudah paham untuk mengurangi sampah plastik," katanya.

Terkait kunjungan yang dilakukan di Desa Wisata Lingkungan Sukunan, istri Direktur Utama PT TWC ini menjelaskan bahwa pola hidup minim sampah adalah pola hidup yang mudah dilakukan.

Selain itu juga memotivasi dan belajar mengolah sampah bagi peserta.

Keren! Pembungkus Plastik Cokelat Kit Kat akan Diganti Bahan Kertas dan Bisa Dibikin Origami

Heriyanti juga mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk keprihatinan pihaknya lantaran kesadaran terhadap lingkungan akhir-akhri ini dinilai mulai memprihatinkan.

"Kami ingin memberikan pengetahuan kepada masyarakat luas akan bahaya plastik bagi kesehatan dan lingkungan, sehingga dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah terutama sampah plastik, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi dan menghentikan penggunaan produk berbahan plastik," tandasnya.

Lewat berbagai rangkaian acara ini, pihaknya berharap dapat tercipta sebuah atmosfer masyarakat yang memiliki pengetahuan akan bahaya plastik bagi kesehatan dan lingkungan, terciptanya masyarakat yang peduli akan pengelolaan sampah, terutama sampah plastik, serta terciptanya masyarakat Indonesia yang berperilaku tanpa plastik (Say No To Plastic).

"Indonesia merupakan salah satu penyumbang sampah plastik terbesar di dunia. Untuk menekan angka itu, harus dimulai dari diri kita sendiri," tegasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved