Kisah Warga Bantul Kesulitan Mendapat Air Bersih - Tagihan PDAM Tetap Mengalir Tapi Aliran Air Macet
Landung mengaku selama musim kemarau, dua bulan belakangan, pasokan air PDAM ke Nawungan II sering mati total tanpa ada kepastian.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sepanjang bulan Agustus 2019, Landung Pambudi, warga Nawungan II, Desa Selopamioro, Imogiri masih ingat betul air PDAM di rumahnya hanya mengalir empat kali.
Itu pun hanya pada waktu malam hari, dan hanya berlangsung sekitar dua jam.
Air tidak mengalir sudah biasa, ia masih bisa menahan kesabaran.
Toh, keperluan masak, mandi, meskipun harus antre, masih bisa mengandalkan air di sendang yang berjarak setengah kilometer dari kampungnya.
Tetapi, yang membuat dirinya tak habis pikir adalah meski air macet, tagihan air tetap berjalan.
"Bulan ini saya bayar Rp54.700 padahal air sering mati. Saya ingat betul bulan Agustus ini cuma mengalir empat kali. Itupun malam hari, dua jam," katanya, Rabu (21/8/2019).
Landung mengaku selama musim kemarau, dua bulan belakangan, pasokan air PDAM ke Nawungan II sering mati total tanpa ada kepastian.
Namun, tagihan yang dibebankan kepada pelanggan tetap sama.
"Kita disuruh bayar tagihan tiap bulan. Kalau telat bahkan didenda, tapi air tidak lancar. Ini bagaimana," ujar dia, mempertanyakan.
Tagihan PDAM memang memiliki cara perhitungan sendiri. Beban/abnomen dihitung dari 0-10 meter kubik. Artinya, setiap 10 kubik pertama akan dikenakan tarif sesuai ketentuan.
Setelah pemakaian diatas 11 kubik maka akan dikenakan tarif meteran dihitung perkubik-nya. Satu kubik pemakaian air Rp 3.000.
Tarif yang diberlakukan kepada Landung merupakan tarif standar.
Digunakan sedikit ataupun banyak pemakaian di bawah 0-10 M3 dia tetap akan dikenakan tarif Rp 54.700.
Landung mengaku tidak keberatan jika memang harus membayar segitu tiap bulan, asalkan air mengalir lancar.
"Kami minta sederhana saja, kalau pun air harus dijadwal, kami ndak masalah. Asalkan ada kejelasan. Hari apa saja kita bisa mendapatkan air. Supaya kita bisa ada persiapan. Ini kan air jarang mengalir, tapi bayar jalan terus," ujar dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/warga-nawungan.jpg)