Yogyakarta

Buku Jiwa Sehat Negara Kuat Soroti Kasus-kasus Kesehatan Jiwa

Berbagai upaya terus didorong agar mampu menyediakan perawatan kesehatan jiwa yang memadai bagi seluruh warga Indonesia yang membutuhkannya.

Buku Jiwa Sehat Negara Kuat Soroti Kasus-kasus Kesehatan Jiwa
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
para penulis Jiwa Sehat Negara Kuat, Masa Depan Layanan Kesehatan Jiwa di Indonesia dalam acar talkshow dan peluncuran buku di Auditorium FKKMK UGM, Kamis (15/8/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sistem layanan kesehatan jiwa di Indonesia sering kali dikritik belum memiliki layanan yang memadai.

Berbagai upaya terus didorong agar mampu menyediakan perawatan kesehatan jiwa yang memadai bagi seluruh warga Indonesia yang membutuhkannya.

Hal tersebut yang dibahas dalam buku 'Jiwa Sehat Negara Kuat, Masa Depan Layanan Kesehatan Jiwa di Indonesia'

Punya Riwayat Gangguan Jiwa, Ibu Asal Gunungkidul Lempar Anaknya yang Berusia 7 Bulan ke Sumur

Melalui buku tersebut, para penulis mencoba untuk mengkolaborasikan pemikiran mereka terkait masa depan layanan kesehatan jiwa di Indonesia.

Dalam buku volume pertama ini mengulas mengenai peran sejumlah institusi pemberi layanan kesehatan dan pentingnya peran mereka di masa depan, seperti rumah sakit jiwa, departemen psikiatri di universitas, serta cakupan asuransi kesehatan yang baru melalui BPJS.

Salah satu penulis buku Jiwa Sehat Negara Kuat, Masa Depan Layanan Kesehatan Jiwa di Indonesia, Prof Byron Good mengatakan buku ini melibatkan berbagai penulis dari rumah sakit, puskesmas, psikolog dan psikiater.

"Dalam buku ini, visinya bagaimana seharusnya menangani kesehatan jiwa di Indonesia, bicara tentang generasi selanjutnya. Karena dalam buku ini generasi baru untuk kesehatan jiwa, pikiran jiwa untuk masa depan untuk kesehatan jiwa di Indonesia itu seharusnya apa," ujarnya disela-sela Talkshow dan peluncuran buku Jiwa Sehat Negara Kuat, Masa Depan Layanan Kesehatan Jiwa di Indonesia di Auditorium FKKMK UGM, Kamis (15/8/2019).

Penentuan Status Sugeng, Pelaku Mutilasi Wanita di Pasar Besar Malang Tunggu Hasil Tes Kejiwaan

Dalam buku volume dua ini membahas layanan seperti psikoterapi, rehabilitasi psikososial, perawatan jiwa untuk anak-anak dan remaja, perawatan kecanduan, serta diagnosis dan perawatan untuk depresi.

Selain itu, diulas juga mengenai perawatan kesehatan jiwa pascabencana alam dan pergolakan politik, masalah yang dihadapi oleh perempuan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kemungkinan peran teknologi kedokteran yang baru.

Fokus dalam buku ini, kata Prof Byron Good yakni berkomitmen dan berorientasi pada kepulihan.

"Fokus komitmen untuk orang bisa sembuh, orang bisa pulih. Orang bisa bangkit. Tak semua bisa sembuh total tapi semua bisa bangkit," terangnya.

Sementara itu, dr Yusri Dinuth selaku moderator dalam Talkshow dan Launching Buku Jiwa Sehat Negara Kuat, Masa Depan Layanan Kesehatan Jiwa di Indonesia menambahkan, buku ini menyoroti beberapa kasus tentang kesehatan jiwa.

Selain itu juga menawarkan solusi jadi suplemen bagi semua orang, sehingga siapa saja bisa membaca buku ini agar lebih sadar dengan kondisinya.

"Buku ini jadi suplemen dalam bidang kesehatan. Poin utamanya di sehat mentalnya. Jadi lebih mendalam pada saat mereka mendapatkan kasus-kasus yang berhubungan dengan kesehatan jiwa," jelasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved