CPNS 2019
Kepastian Pendaftaran CPNS 2019 dan Klarifikasi BKN soal Informasi Beredar di Media Sosial
Pendaftaran CPNS 2019 dan PPPK 2019 Siaran Pers BKN dan Penjelasan Menpan RB. BKN beri klarifikasi dan bantahan soal info CPNS di media sosial
Kepastian Pendaftaran CPNS 2019 dan Klarifikasi BKN soal Informasi yang Beredar di Media Sosial
TRIBUNJOGJA.COM - Pendaftaran CPNS 2019 dan perekrutan pegawai melalui PPPK 2019 dipastikan akan dibuka Oktober mendatang.
Kepastian kapan pendaftaran CPNS 2019 dibuka atau diumumkan itu disampaikan Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKN, Mohammad Ridwan,
• Jelang CPNS 2019, BKN Buka Pendaftaran Simulasi CAT, Berikut Jadwalnya
• Pendaftaran CPNS 2019 Dibuka Oktober - Jadwal Detail Setelah Keluar Peraturan Menteri PANRB
• Menteri Parpol hanya Dijatah 45 Persen, Jokowi: Itu Hak Prerogatif Saya, Tak Boleh Menolak
melalui siaran pers / rilis resmi Nomor: 070/RILIS/BKN/VII/2019, dikutip Tribun Jogja ( Tribunjogja.com ) dari laman bkn.go.id pada Selasa (30/7/2019).
Selebihnya, BKN selalu menginformasikan perkembangan persiapan pendaftaran CPNS / PPPK 2019 melalui website atau akun twitter resmi BKN.
Sementara ini, proses CPNS 2019 masih dalam persiapan sehingga masyarakat diminta bersabar.
Namun demikian, informasi pendaftaran CPNS 2019 tampaknya telah beredar di media sosial secara tidak benar.
BKN pun memberikan klarifikasi dan bantahannya tentang informasi pendaftaran CPNS 2019 di media sosial yang menyebut detail soal jadwal, formasi, persyaratan CPNS 2019.
BKN membantah adanya kabar rekrutmen calon pegawai negeri sipil ( CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja ( PPPK) pada Oktober 2019 mendatang, dikutip Tribunjogja.com dari kompas.com.
Disebutkan bahwa di media sosial telah beredar kabar bahwa akan ada rekrutmen CPNS dan PPPK yang akan dibuka mulai 23 Oktober 2019.
Melalui pesan berantai itu, disebutkan pemerintah akan membuka sebayak 150.000 lowongan.
Disebut pula soal rekrutmen terdiri dari 100.000 tenaga guru (SD, SMP, SMU/SMK) dan 50.000 untuk tenaga kesehatan (Dokter, Bidan, Perawat, dan lain-lain).
• Ibu Kota Baru di Kalimantan akan Diumumkan Jokowi pada 16 Agustus Nanti
Untuk lulusan yang akan direkrut mulai dari tingkatan pendidikan lulusan SMU/SMK, D-III, D-IV & S-1 dari berbagai jurusan.
Lalu, persyaratannya untuk CPNS berusia 20 sampai 35 tahun dan untuk PPPK berusia 35 sampai 58 tahun.
Masih dari pesan berantai, bahkan disebutkan soal persyaratan dokumen yang harus disiapkan para peserta yang ingin mengikuti tes CPNS tahap kedua tersebut.
Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Ridwan pun membantah hal tersebut.
"Tidak benar. Belum ada info detil tentang penerimaan ASN," ujar Ridwan kepada Kompas.com, Rabu (14/8/2019).
Penjelasan Menpan RB
Adapun sebelumnya disampaikan bahwa Jadwal Pendaftaran CPNS 2019 dan PPPK 2019 Dibahas, Menpan RB Pastikan Formasi Guru dan Tenaga Kesehatan Prioritas
Jadwal pendaftaran CPNS 2019 dan PPPK 2019 via link pendaftaran CPNS 2019 di sscasn.bkn.go.id telah dipastikan dilakukan tahun ini.
Pemerintah daerah pun diminta mengusulkan jumlah kebutuhan ASN atau formasi CPNS yang dibutuhkan.
Hal itu diungkapkan oleh Menpan-RB Syafruddin di Gedung Bidakara, Pancoran, Jaksel, Selasa (30/7/2019).
• SIARAN PERS! BKN Pastikan Jadwal Pendaftaran CPNS 2019 Dibuka Oktober, Ini Jumlah Formasinya
• Jadwal Pendaftaran CPNS 2019 via Sscasn.bkn.go.id, Ada 100 Ribu Formasi CPNS dan 100 Ribu PPPK
Syafruddin bersama Mendagri Tjahjo Kumolo dan Mendikbud Muhadjir Effendy membuka rapat koordinasi bersama jajaran pemerintah daerah seluruh Indonesia untuk pelaksanaan rekrutmen ASN 2019/ penerimaan CPNS 2019.
Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan rekrutmen ASN atau pendaftaran CPNS 2019 harus dilaksanakan pada tahun 2019.
Dalam rapat koordinasi yang berlangsung selama dua hari itu pemerintah daerah diminta untuk mengusulkan kebutuhan ASN untuk direkrut.
Syafruddin merinci bahwa akan ada 100 ribu lowongan CPNS 2019 yang dibuka dan 75 ribu posisi untuk PPPK 2019.
“Tahun ini direkrut sekitar 100 ribu CPNS dan 75 ribu PPPK sedangkan yang pensiun diperkirakan mencapai 200 ribu orang,” ungkap Syafruddin di Gedung Bidakara, Pancoran, Jaksel, Selasa (30/7/2019).
Prioritas formasi CPNS 2019
Syafruddin mengatakan bahwa pemerintah memprioritaskan perekrutan ASN untuk posisi tenaga teknis profesional, guru serta tenaga kesehatan.
Karena menurutnya saat ini 75 persen puskesmas di seluruh Indonesia kekurangan dokter dan tahun 2019 ini akan ada 52 guru yang pensiun.
“CPNS tetap akan direkrut yang memiliki tenaga teknis profesional, guru, dan dokter kesehatan, karena 75 persen puskesmas di seluruh Indonesia kekurangan dokter. Lalu ada 52 ribu guru yang akan pensiun sehingga prioritas itu juga. Dan untuk disabilitas akan tetap mendapatkan jatah 2 persen dari total yang direkrut.”
“Yang jelas tenaga administrasi diputuskan untuk tidak direkrut dulu,” tegasnya.
Syafruddin bersama Mendagri Tjahjo Kumolo dan Mendikbud Muhadjir Effendy membuka rapat koordinasi bersama jajaran pemerintah daerah seluruh Indonesia untuk pelaksanaan rekrutmen ASN 2019.
Mantan Wakapolri itu juga menegaskan bahwa pelaksanaan rekrutmen ASN harus dilaksanakan pada tahun 2019.
Siaran pers BKN

Jadwal pendaftaran CPNS 2019 dipastikan akan dibuka pada Oktober 2019.
Pemerintah melalui BKN mengumumkan terkait pendaftaran CPNS 2019 dan PPPK 2019 dipastikan akan dilakukan pada Oktober 2019.
Kepastian itu disampaikan Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKN, Mohammad Ridwan, melalui siaran pers / rilis resmi Nomor: 070/RILIS/BKN/VII/2019, dikutip Tribun Jogja ( Tribunjogja.com ) dari laman bkn.go.id pada Selasa (30/7/2019).
Disebutkan, jadwal pendaftaran CPNS 2019 dan PPPK 2019 dibuka pada Oktober 2019.
Diperkirakan proyeksi pelamar CPNS 2019 dan PPPK 2019 mencapai 5,5 juta pelamar.
Prediksi mengenai jumlah pelamar CPNS dan PPPK 2019 itu disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana.
Dalam pelaksanaan penerimaan CPNS 2019 dan PPPK 2019 yang dibuka Oktober, ada dua jenis pilihan, yakni seleksi CPNS dan PPPK / P3K Tahap Kedua.
Formasi CPNS 2019
Disebutkan bahwa total kebutuhan ASN nasional 2019 sejumlah 254.173.
Jumlah itu mencakup 100.000 ribu formasi CPNS 2019 dan 100.000 formasi P3K / PPPK 2019 Tahap Kedua.
Lalu sisanya sudah dilaksanakan pada seleksi P3K Tahap Pertama.
Dari aspek infrastruktur seleksi, 108 titik lokasi di seluruh Indonesia dapat dimanfaatkan,
baik melalui fasilitas yang disediakan BKN dan bekerja sama dengan sejumlah instansi pusat dan daerah.
Jumlah ini tentu tidak cukup untuk pelaksanaan seleksi serentak.
Sebab itu beberapa opsi sedang disiapkan dengan kerja sama instansi di pusat dan daerah.
Mengacu CPNS 2018
Mengacu pelaksanaan CPNS 2018, disebutkan bahwa ada total pelamar sebanyak 3.636.251 juta.
Rinciannya, jumlah pelamar CPNS 2018 di 76 instansi pusat mencapai 1.446.460
dan pelamar di 481 instansi daerah sebanyak 2.189.791.
Selanjutnya formasi CPNS 2018 Provinsi Papua diberikan sebanyak 12.831 dan Provinsi
Papua Barat sejumlah 6.208.
Sementara untuk seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Tahap Pertama sejumlah 51.293 peserta melampaui passing grade.
Formasi P3K Tahap Pertama ini dibuka khusus bagi tenaga honorer dengan jabatan Guru, Tenaga Kesehatan, Dosen dan Tenaga Kependidikan PTN baru, serta Penyuluh Pertanian.
Kendala CPNS 2018
Selaku Ketua Pelaksana Panitia Seleksi ASN Nasional (Panselnas), Kepala BKN juga menyampaikan sejumlah kendala yang dialami pelamar CPNS 2018, di antaranya:
1) Database kependudukan yang tidak update, terutama kesulitan pelamar melakukan update Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) di Kantor Kependudukan dan Pencatatan
Sipil (Dukcapil) daerah dan pusat;
2) Sejumlah ijazah pelamar tidak sesuai kualifikasi Pendidikan yang dipersyaratkan;
3) KTP yang diunggah pelamar tidak jelas/bukan KTP asli, dan
4) Sejumlah dokumen pendukung yang dilampirkan tidak lengkap. Beberapa permasalahan ini yang menjadikan peserta tidak memenuhi syarat administrasi.
Informasi pendaftaran CPNS dan PPPK 2019 dari BKN selengkapnya DI SINI
(*/ Tribunjogja.com )