Gunungkidul

Pemkab Gunungkidul Ajukan Formasi CPNS dan P3K Sebanyak 300 Orang

Dalam rekrutmen kali ini tidak hanya untuk P3K saja, namun juga akan dibuka formasi untuk CPNS di lingkungan Pemkab Gunungkidul.

Pemkab Gunungkidul Ajukan Formasi CPNS dan P3K Sebanyak 300 Orang
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemkab Gunungkidul ajukan 300 formasi pegawai di lingkungannya.

Dari 300 formasi yang diajukan 70 persen merupakan Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Kepala Bidang Pengembangan Formasi dan Data Pegawai, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Gunungkidul, Reni Linawaty menyampaikan saat ini masih menunggu pemerintah pusat untuk rekrutmen tahun ini.

Siap-siap Daftar CPNS 2019 via Sscasn.bkn.go.id, Penjelasan Kemendikbud soal Prioritas Formasi Guru

Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah

"Kami ajukan 300 tetapi untuk pastinya kami masih menunggu dari pemerintah pusat berapa kuota yang diajukan," ucapnya pada Tribunjogja.com, Selasa (13/9/2019).

Menurutnya, dalam rekrutmen kali ini tidak hanya untuk P3K saja, namun juga akan dibuka formasi untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemkab Gunungkidul.

"Sebagai presentasinya 70 persen P3K sedangkan 30 persen adalah untuk CPNS. Rekrutmennya dilakukan secara bersamaan," imbuhnya.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala BKPP Gunungkidul, Sigit Purwanto.

Menurut dia, kuota terbanyak memang ditujukan untuk P3K, dan hal tersebut memang sudah diatur.

Ia menambahkan pengajuan formasi tidak bisa melenceng dari intruksi pemerintah pusat.

Hari Pertama Usai Pelantikan, Anggota DPRD Gunungkidul Berangkat Siang

Pasalnya, di dalam pengajuan, formasi dalam rekrutmen tidak boleh melebihi dari rata-rata pensiun pegawai di setiap tahunnya.

“Kami sudah melakukan kajian dan hasilnya adalah kita ajukan 300 formasi ke pemerintah pusat. Sedangkan untuk formasi yang dibuka masih didominasi dengan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan," ujarnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar selalu hati-hati, agar tidak menjadi korban modus kejahatan penipuan dengan mengatasnamakan rekrutmen CPNS.

"Pemkab masih menunggu hasil formasi pastinya yanh disetujui, untuk itu masyarakat harus bersabar terkait dengan rekrutmen yang dilaksanakan pada tahun ini Selain itu juga berhati-hati terkait dengan tindak kejahatan penipuan yang mengatas namakan rekrutmen CPNS," pungkasnya. (*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved