Pendidikan

KKN UIN Ajarkan Masyarakat Sumenep Bercocok Taman dengan Hidroponik

Penyuluhan hidroponik ini dimaksudkan agar masyarakat bisa memanfaatkan media lain untuk bercocok tanam.

KKN UIN Ajarkan Masyarakat Sumenep Bercocok Taman dengan Hidroponik
istimewa
Penyuluhan Pertanian dan Hidroponik yang diadakan mahasiswa KKN 99 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kepada masyarakat desa Ketupat, Kecamatan Ra'as, Sumenep, Jawa Timur. 

TRIBUNJOGJA.COM - Lahan yang kering, sering menjadi kendala bagi masyarakat untuk bercocok tanam.

Untuk itu, mahasiswa KKN 99 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bekerja sama dengan perangkat Desa Ketupat, Kecamatan Ra'as, Sumenep, Jawa Timur berinisiatif untuk mengadakan penyuluhan pertanian dan hidroponik kepada masyarakat desa Ketupat.

Gilang dan Ramadhan, perwakilan mahasiswa KKN 99 UIN Sunan Kalijaga menjelaskan ketersediaan pangan menjadi hal yang sangat penting, dan hal tersebut biasanya diperoleh dari adanya usaha pertanian.

Namun, tidak semua wilayah di Indonesia mendukung untuk bisa ditanami.

Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah

Untuk itu, penyuluhan hidroponik ini dimaksudkan agar masyarakat bisa memanfaatkan media lain untuk bercocok tanam.

"Penyuluhan ini juga sekaligus sebagai langkah awal dalam mengubah mindset masyarakat di kepulauan bahwa budidaya pertanian sebenarnya tidak hanya dapat dilakukan di tanah yang lapang saja, akan tetapi ada cara lain seperti teknologi hidroponik ini dengan memanfaatkan media botol bekas yang dapat sangat mudah ditemui di pulau Ra'as ini," ungkapnya melalui siaran resmi yang diterima Tribunjogja.com.

Menurutnya, ada beberapa jenis sayuran yang memang sulit didapatkan di Desa Ketupat.

Untuk itu, membudidayakan sendiri tanaman sayuran tersebut merupakan satu dari beberapa cara agar masyarakat bisa dengan mudah memperoleh sayuran tersebut.

Bangun Kampus II, UIN Sunan Kalijaga Terus Lakukan Proses Pelepasan Lahan di Pajangan, Bantul

"Untuk sayuran yang digunakan dalam penyuluhan kali ini diantaranya adalah kangkung, selada dan juga pakcoy. Harapannya agar masyarakat dapat menghasilkan sendiri sayur-sayuran yang memang sulit untuk didapatkan di Desa Ketupat ini," terangnya.

Selain hidroponik, Gilang menerangkan jika pihaknya juga menjelaskan sedikit terkait dengan desalinasi atau penghilangan garam pada air laut menjadi air tawar secara sederhana.

Hal ini dilakukan karena keresahan masyarakat kepulauan yang sulit mendapatkan air.

"Kedepannya pertanian di Pulau Ra'as ini diharapkan bukan hanya sebagai pemenuhan sumber pangan masyarakat tetapi tantangan juga agar sistem hidroponik ini dapat dikembangkan secara maksimal sehingga dapat menyediakan pangan dalam jumlah banyak dengan kurun waktu yang relatif pendek," katanya. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved