BREAKING NEWS: Warga Serbu Jasa Penggilingan Daging
Jasa penggilingan daging pada hari pertama Iduladha atau Hari Raya Kurban tahun ini mulai ramai.
BREAKING NEWS: Warga Serbu Jasa Penggilingan Daging
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Jasa penggilingan daging pada hari pertama Iduladha atau Hari Raya Kurban tahun ini mulai ramai.
Seperti yang terlihat di jasa penggilingan daging di kompleks Pasar Niten, Minggu (11/8/2019) pagi menuju siang.
Kios kecil milik Samhadi dan Saryani didatangi orang-orang silih berganti untuk menggiling daging.
Meski buka sejak pagi hari, Samhadi mengaku baru mulai ramai saat menjelang siang.
"Kalau pagi belum terlalu ramai, kan masih pada nyembelih. Habis zuhur baru ramai," katanya ditemui Tribun Jogja Minggu (11/8/2019) siang.
Di tempat Samhadi, menggiling daging per kilogramnya dikenakan biaya Rp25.000. Jasa giling ini sekaligus membuat adonan yang nantinya dapat langsung dibuat bakso.
"Udah termasuk ngadon sama bumbunya," kata warga Widoro, Panggungharjo, Sewon ini.
Tidak butuh waktu lama, menggiling dan membuat adonan hanya membutuhkan waktu lima menit. "Cuma lima menit, jadinya bisa ditunggu," terangnya.
Meski baru ramai saat siang hari, di hari pertama Iduladha ia biasanya melayani penggilingan hingga jam 10 malam. Sedangkan pada hari kedua ia buka lebih pagi yakni jam 5.30. "Hari kedua rame-ramenya, jadi bukanya dari pagi-pagi sekali," ungkapnya.
Mesin giling daging dan mesin adonan daging pun beroperasi tanpa henti. Jika hari biasa membutuhkan sekitar 3 liter solar, pada Iduladha ini dibutuhkan 6 liter. "Mesinnya kan jalan terus, jadi butuh lebih banyak," katanya.
Begitu pula tepung untuk membuat adonan, yang juga butuh lebih banyak daripada hari biasa. Biasanya, dalam sehari Samhadi hanya menghabiskan satu karung tepung atau sekitar 25 kilogram. Pada Hari Raya Kurban, Samhadi membutuhkan dua karung atau 50 kilogram tepung.
Ditambahkan Saryani, khusus momen Iduladha, penggilingan daging dikerjakan tiga orang. Pada hari biasa hanya dua orang saja. "Saya ikut bantu hari ini, soalnya biar cepat. Kan ramai," tuturnya.
Saryani bertugas mencatat nama dan nomor antrean pengunjung yang akan menggiling daging. Sesekali ia juga membantu memotong daging sebelum dimasukkan ke mesin giling.
Ia juga mengungkapkan, dalam sehari dari hasil jasa giling didapat Rp8 juta. "Lebih banyak kalau gini kan. Kalau hari biasa paling cuma langganan, penjual bakso, bakso tusuk, sama tahu bakso," tuturnya.