Jawa

BPBD Magelang Mulai Lakukan Dropping Air Bersih

BPBD sendiri telah menyiapkan 600 tangki air untuk mengantisipasi bencana kekeringan yang berpotensi terjadi tahun 2019 ini.

BPBD Magelang Mulai Lakukan Dropping Air Bersih
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Warga Dusun Ngemplak, Desa Sumberarum, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, menampung air dari bantuan dropping air bersih BPBD Kabupaten Magelang, Jumat (9/8/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto, mengatakan, pihaknya mulai melakukan dropping air di sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan di Kabupaten Magelang.

Dropping air dimulai sejak Jumat (2/8/2019) lalu, kemudian rutin setiap hari.

Wilayah dropping air adalah Dusun Wonolelo, Desa Kenalan; Dusun Sembungan, Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur.

Palette: Tips Merawat Wajah Saat Musim Panas

Pada Jumat (9/8/2019) ini, dropping air dilakukan di Dusun Teluk, Dusun Ngemplak, Desa Sumberarum, Kecamatan Tempuran.

"Dropping air ini akan dilaksanakan terus secara rutin setiap hari pada bulan Agustus 2019 ini, menyesuaikan permintaan air bersih dari warga yang memang mengalami kesulitan air bersih," tutur Edy pada Tribunjogja.com, Jumat (9/8/2019).

BPBD sendiri telah menyiapkan 600 tangki air untuk mengantisipasi bencana kekeringan yang berpotensi terjadi tahun 2019 ini.

Setiap tangki berisi 5.000 liter air yang akan didistribusikan atau didropping ke wilayah-wilayah yang dilanda kekeringan.

Terdampak Kekeringan, Warga Magelang Mulai Kesulitan Air Bersih

Wilayah kecamatan yang masih berpotensi dilanda kekeringan adalah Kecamatan Salaman, Borobudur dan Tempuran.

Tiga kecamatan tersebut setiap tahun pada musim kemarau selalu dilanda kekeringan.

Kendati demikian, luas wilayah terdampak kekeringan bisa saja meluas ke wilayah lain.

Terlebih saat kemarau diprediksi akan berlangsung lebih lama.

"Salaman, Borobudur, dan Tempuran, tiga kecamatan yang utama dan rawan terkena kekeringan. Meskipun begitu, kami masih terus petakan, karena ada titik sporadis yang juga mengalami kekeringan," tutur Edy.(*)

Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved