Kulon Progo
Kulon Progo Persiapkan Diri Menuju Kabupaten Sehat 2019
Kabupaten sehat merupakan program dari Kemenkes terkait kondisi dari suatu wilayah yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduknya.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Langkah persiapan menuju Kabupaten Sehat 2019 terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.
Tahun ini, ada tujuh lokasi yang akan dilakukan penilaian untuk program tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, Sri Budi Utami sebagai tim pembina Kabupaten sehat mengatakan ketujuh lokasi penilaian itu antara lain SMPN 2 Sentolo, Pasar Wates, Posyandu Plono, KWT Anggrek, objek wisata Kalibiru, dan lainnya.
• Siap-siap, Sebentar Lagi PNS Bisa Kerja dari Rumah
Tim pembina akan meninjau ketujuh lokasi tersebut untuk memastikan kesiapannya sebelum tim penilai dari pusat melakukan penilaian pada 26-29 Agustus 2019.
• Palette: Tips Merawat Wajah Saat Musim Panas
"OPD terkait juga melakukan pendampingan di lokasi atas beberapa program perencanaan yang digelar," kata Sri Budi pada Tribunjogja.com, Kamis (8/8/2019).
Kabupaten sehat merupakan program dari Kementerian Kesehatan terkait kondisi dari suatu wilayah yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduknya.
Di antaranya dengan mengoptimalkan potensi ekonomi masyarakat yang saling mendukung melalui koordinasi forum kecamatan dan difasilitasi oleh sektor terkait dan sinkron dengan perencanaan masing-masing desa.
Model Kabupaten Sehat, sesuai indikator yang ditetapkan di antaranya kawasan permukiman, sarana dan prasarana umum, kawasan sarana lalu lintas yang tertib dan pelayanan transportasi, kehidupan masyarakat sehat yang mandiri, kawasan pariwisata sehat dan ketahanan pangan dan gizi.
• BLK Kulon Progo Sebut Pelatihan Kerja Kebandarudaraan Paling Diminati Masyarakat
"Pengumpulan data sudah dilakukan sejak pertengahan 2018 lalu dan akan dikirimkan kepada pemerintah pusat. Datanya merujuk pada indikator ytersebut dan Kulon progo telah lolos verifikasi sehingga akan ditindaklanjuti pencocokan data dan kegiatan di lapangan," kata Sri Budi.
Asisten Perekonomian, Pembangunan, dan Sumber Daya Alam, Setda Kulon Progo, Bambang Tri Budi Harsono berharap tim pembina kabupaten sehat bisa menghadirkan matrik atas indikator yang belum sesuai dengan harapan.
Di antaranya tentang pengelolaan masalah dan kejelasan penanggungjawabnya.
"Nantinya, tim mengecek langsung ke lapangan untuk memastikannya,"kata Bambang.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-kulonprogo_20180731_185841.jpg)