Advertorial
WKSBM Desa Baleharjo Tumbuhkan Gotong-Royong untuk Selesaikan Masalah Sosial di Masyarakat
Melihat nilai gotong royong sudah mulai luntur, Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) yang berada di Desa Baleharjo berupaya tumbuhk
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo
TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Melihat nilai gotong royong sudah mulai luntur, Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) yang berada di Desa Baleharjo berupaya tumbuhkan gotong royong untuk selesaikan masalah sosial di masyarakat.
Ketua WKSDM Sari Manunggal Dukuh Wukirsari Desa Baleharjo, Tumijo menyampaikan WKSDM pertama kali didirikan pada tahun 2007 namun dalam perjalanannya terjadi pasang surut dalam pengelolaan.
"Gotong royong sudah mulai pudar. Untuk menumbuhkan kembali rasa gotong royong kami WKSDM menerapkan konsep tersebut untuk mengentaskan masalah sosial seperti kemiskinan, dan pendidikan anak usia dini," katanya, Rabu (6/8/2019).
• Kemendes Tengah Siapkan Peraturan Prioritas Penggunaan Dana Desa 2020
Ia menjelaskan untuk mengentaskan kemiskinan dengan cara gotong royong tiap bulan WKSDM menggalang dana dari masyarakat yang memiliki ekonomi dirasa tinggi.
Setelah terkumpul dana tersebut nanti disalurkan langsung kepada masyarakat yang kurang mampu.
Tumijo memaparkan dalam penyaluran dana bantuan yang didapat, pihaknya menyasar masyarakat yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah maupun pusat.
"Justru masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah dan pusat yang disasar karena jangan sampai bantuan yang didapat dobel-dobel, tujuannya untuk pemerataan," paparnya.
Sambung Tumijo, dengan cara demikian maka WKSDM dapat kembali meningkatkan gotong royong serta menumbuhkan kepedulian antar sesama dan juga kesetiakawanan.
• Kemendes Gelorakan Solidaritas Sosial dengan Berbagi Sembako Gratis di Kulon Progo
Sementara itu, koordinator Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) Ys Tukina menyampaikan, Puskesos adalah perkumpulan dari 5 WKSDM yang ada di Desa Baleharjo.
Tujuan dari Puskesos adalah sebagai wadah para ketua WKSBM untuk bertukar pikiran dan pendapat bagaimana cara menyelesaikan masalah yang ditemui di tiap-tiap WKSBM.
"Banyak yang disampaikan dari para WKSBM seperti masih banyaknya masyarakat yang ekonomi sudah mapan tetapi masih enggan untuk menyumbang tiap bulannya," ucapnya.
Untuk mengatasi hal tersebut pihaknya bersama WKSBM, mendekati para masyarakat dan diajak berdiskusi agar mau mesisihkan hartanya berapapun untuk disumbangkan keoada masyarakat yang kurang mampu.
"Kalau orang yang lain ketika ditolak akan mundur kami malah sebaliknya yaitu tetap maju dan mengajak diskusi untuk membuka cara pikir mereka," ujarnya.
• Kemendesa Dorong Optimalisasi Program Prukades
Setiap bulannya iuran dari warga yang didapat dari 5 WKSBM di Desa Baleharjo rata-rata yang didapat sebanyak Rp 150 ribu.