Unisa Kembangkan Blended Learning Berbasis CAI Untuk Program S-2 Kebidanan

Salah satu program studi unggulan Unisa yang terus berinovasi adalah Program S-2 Kebidanan.

Unisa Kembangkan Blended Learning Berbasis CAI Untuk Program S-2 Kebidanan
Dok.Istimewa
Universitas Aisyiyah Yogyakarta (Unisa) terus berbenah diri untuk menuju perguruan tinggi yang modern agar mampu menghasilkan lulusan terbaik, menghasilkan inovasi yang aplikatif. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Universitas Aisyiyah Yogyakarta (Unisa) terus berbenah diri untuk menuju perguruan tinggi yang modern agar mampu menghasilkan lulusan terbaik, menghasilkan inovasi yang aplikatif.

Salah satu program studi unggulan Unisa yang terus berinovasi adalah Program S-2 Kebidanan.

Inovasi yang tengah dikembangkan oleh Program S-2 Kebidanan yakni model blended learning berbasis komputer atau lebih dikenal sebagai Computer Aided Instruction (CAI).

Tujuan utama dari pengembangan ini supaya mahasiswa belajar untuk meningkatkan pengetahuan secara leluasa, sehingga mereka dapat belajar dimanapun dan kapanpun. 

Selain itu, kegiatan pembelajaran di kelas juga dapat dioptimalkan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan praktis yang sangat bermanfaat bagi lulusan untuk menjadi seorang bidan profesional.

Staf Ahli Rektor Unisa, Dr. Mufdlilah M.Sc, menyampaiakan kelebihan sistem ini adalah mahasiswa dapat belajar meskipun di tempat tinggalnya tidak tersedia internet, interaktif, dan terstruktur.

"Dosen dapat memantau kegiatan belajar mahasiswa dan memberi bantuan belajar menggunakan perangkat mobile. Hal ini tentu saja sangat membantu dan sangat praktis bagi dosen," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjogja.com, Rabu (7/8/2019).

Untuk itu, Program Studi S-2 kebidanan bekerjasama dengan Cyber School Indonesia (CSI) mengembangkan teknologi CAI yang dapat digunakan secara mudah, efektif, interakif, serta memiliki konten yang sesuai dengan kurikulum program studi.

Selain itu CAI juga harus didukung dengan sistem informasi supaya kegiatan belajar mahasiswa terkelola, terpantau, dan pendampingan dosen dapat dilaksanakan dengan mudah, dari manapun dan kapanpun.

Sementara itu, Dr. Dwijoko Purbohadi dari CSI menjelaskan teknologi yang dikembangkan untuk mendukung blended learning S2 Kebidanan Unisa sangat unik.

Sebab dapat digunakan untuk mengatasi kendala-kendala yang sering dialami perguruan tinggi dan mahasiswa saat menggunakan e-learning, seperti kurangnya ketersediaan konten, kwalitas sambungan internet, dan model pembelajaran belum sesuai. 

“Blended learning yang kita terapkan ini mengutamakan fleksibilitas waktu di manapun sehingga dosen dapat melaksanakan tugas mengajarnya dengan maksimal dan para mahasiswa dapat lebih mudah mengakses ilmu dan informasi,” ujarnya. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved