Nasional

Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud Akan Kirim 220 Pengajar BIPA ke 30 Negara

Ada beberapa cara untuk bisa membuanakan Bahasa Indonesia ke mancanegara, satu di antaranya dengan pengiriman pengajar ke negara-negara lain.

Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud Akan Kirim 220 Pengajar BIPA ke 30 Negara
TRIBUNJOGJA.COM / Siti Umaiyah
Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan saat memberikan sambutan di Konferensi Internasional Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing, di Fakultas Ilmu Budaya UGM, pada Rabu (7/8/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Untuk membuanakan Bahasa Indonesia ke mancanegara, tahun ini Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kemendikbud telah mengirimkan sebanyak 220 pengajar ke 30 negara.

Dadang Sunendar, Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kemdikbud mengungkapkan ada beberapa cara untuk bisa membuanakan Bahasa Indonesia ke mancanegara, satu di antaranya dengan pengiriman pengajar ke negara-negara lain.

"Tahun ini ada 220 pengajar BIPA yang kita kirim ke 30 negara. Tahun lalu ada 226 Pengajar BIPA yang juga dikirim ke 30 negara," ungkapnya saat memberikan sambutan di Konferensi Internasional Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing, di Fakultas Ilmu Budaya UGM, pada Rabu (7/8/2019).

Palette: Tips Merawat Wajah Saat Musim Panas

Selain mengirimkan pengajar BIPA, cara lain yang ditempuh oleh Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan yakni dengan merekrut warga negara Indonesia yang sudah tinggal di negara lain.

Cara tersebut terbukti lebih murah dan memiliki risiko yang lebih kecil dibandingkan dengan pengiriman pengajar BIPA.

"Mengirim Pengajar BIPA itu bagus. Namun kita perlu cara yang lain. Cara lain yang sudah ditempuh yakni dengan merekrut di beberapa KBRI warga negara Indonesia untuk jadi pengajar BIPA. Dari segi biaya lebih murah, dibandingkan pengiriman dari sini. Sekian itu kalau dari sini risiko lebih tinggi. Saat ini yang paling banyak di Mesir harapan bisa dilakukan di negara lain," terangnya.

Dadang menjelaskan, dalam tiga tahun terakhir pihaknya juga telah mengeluarkan buku Pengajar BIPA bagi Penutur Thailand, Filipina, Mandarin, Arab dan yang lainnya.

Untuk total buku yang telah dikeluarkan ada sekitar 7-8 buku Pengajar BIPA.

Jayakan Bahasa Indonesia melalui Konferensi Internasional Pengajaran Bahasa Indonesia

Sementara itu, Sailal Arimidari Inculs UGM menjelaskan sesuai dengan mandat Undang-undang No 20 tahun 2009, tentang memajukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Internasional, Pemerhati BIPA terus berusaha membuanakan bahasa Indonesia di tingkat dunia.

Yang mana sampai dengan saat ini, Bahasa Indonesia sudah diajarkan di 45 negara, seperti Vietnam, Malaysia, Filipina, Korea Selatan, China dan yang lainnya.

Selain itu Korea ada tiga universitas yang menyelenggarakan Bahasa Indonesia, dan beberapa universitas yang ada di China.

"Bahasa Indonesia menjadi bahasa pengantar utama di Asia Tenggara. Sampai saat ini sudah diajarkan di 45 negara. Bahkan di Vietnam, Bahasa Indonesia dijadikan bahasa pengantar kedua yang diajarkan," ungkapnya. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved