8 Bulan Dirawat di Taman Satwa Taru Jurug Solo, Macan Tutul Gunung Lawu Titipan BKSDA Jateng Mati
8 Bulan Dirawat di Taman Satwa Taru Jurug Solo, Macan Tutul Gunung Lawu Titipan BKSDA Jateng Mati
8 Bulan Dirawat di Taman Satwa Taru Jurug Solo, Macan Tutul Gunung Lawu Titipan BKSDA Jateng Mati
TRIBUNJOGJA.COM - Setelah hampir sembilan bulan dirawat di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo, macan tutul Gunung Lawu titipan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng mati.
Macan Tutul Gunung Lawu tersebut mati pada 25 Juli lalu.
Sebelumnya, macan tersebut berhasil ditangkap setelah masuk ke dalam perangkap yang dipasang di lereng Gunung Lawu, tepatnya di Jatiyoso, Karanganyar pada 22 Desember 2018 silam.
Setelah itu, satwa endemik Gunung Lawu tersebut dititipkan di Taman Satwa Taru Jurug.
Saat ini, penyebab kematian satwa yang dilindungi tersebut belum diketahui.
Untuk memastikannya, organ dalam dan kotoran macan tersebut diperiksa di Balai Besar Veteriner Wates, Yogyakarta.
• Tak Boleh Asal-Asalan Pelihara Ular, Pakai 4 Trik dari Pakar Gigitan Ini Agar Tak Celaka
Direktur Perusahaan Daerah (PD) TSTJ, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso mengaku ikut mengautopsi matinya macan tutul Gunung Lawu.
Menurut Bimo tidak ditemukan adanya tanda-tanda gigitan, luka, dan leban pada tubuh satwa tersebut.
"Secara fisik luka luar itu tidak ada. Sekarang sudah kita awetkan," kata Bimo dikonfirmasi Kompas.com di Solo, Jawa Tengah, Selasa (6/8/2019).
Selain mengautopsi bagian luar satwa, ungkap Bimo, pihaknya juga membedah organ dalam macan tutul Gunung Lawu.
Semua organ dalam macan tutul Gunung Lawu dibawa ke Balai Besar Veteriner Wates untuk diperiksa demi mengungkap penyebab kematiannya, apakah karena virus, bakteri atau lainnya.
"Kita kerja sama dengan Balai Besar Veteriner Wates untuk mengetahui matinya satwa itu. Organ jantung, hati, ginjal, kotoran (feses) macan tutul Gunung Lawu kita bawa ke sana. Kita menunggu hasilnya satu bulan," katanya.
• Kisah Polisi Tulungagung Selamatkan 3 Gadis dari Perdagangan Orang, Menyamar jadi Pelanggan Kafe
Jika hasil pemeriksaan terkait penyebab matinya macan tutul Gunung Lawu dari Balai Besar Veteriner Wates tersebut sudah turun, Bimo mengatakan akan melaporkannya ke BKSDA Jateng.
Bimo menyampaikan pihaknya telah merawat satwa dilindungi tersebut sesuai dengan prosedur yang ada.