Puluhan Kepala Desa Gelar Unjuk Rasa di Kantor Bupati Sleman Tolak Sistem E-Voting

Puluhan Kepala Desa di Kabupaten Sleman berunjuk rasa di Pendopo Parasamya, Kamis (1/8/2019)

Puluhan Kepala Desa Gelar Unjuk Rasa di Kantor Bupati Sleman Tolak Sistem E-Voting
Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Unjuk rasa puluhan Kepala Desa yang tergabung dalam Paguyuban Desa Sleman Manikmoyo di Pendopo Parasamya, Kantor Bupati Sleman, Kamis (01/08/2019) pagi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Puluhan Kepala Desa di Kabupaten Sleman berunjuk rasa di Pendopo Parasamya, Kantor Bupati Sleman pada Kamis (01/08/2019) pagi.

Mereka tergabung dalam Paguyuban Desa Sleman Manikmoyo.

Ketua Paguyuban Manikmoyo, Irawan, mengatakan pihaknya keberatan dengan rencana Pilkades dengan E-Voting pada 2020 mendatang.

"Rencana tersebut masih perlu dikaji dan dievaluasi," kata Irawan dalam orasinya.

Kepala Desa Triharjo Sleman tersebut mengungkapkan bahwa studi banding sudah dilakukan ke beberapa daerah yang telah melaksanakan E-Voting.

Namun Irawan mempertanyakan studi banding tersebut hanya dilakukan di daerah yang berhasil melaksanakan E-Voting.

Padahal ada beberapa daerah lain yang mengalami kegagalan.

"Ini tidak imbang, belum lagi biayanya sangat besar dan masyarakat tidak semua memahami teknologi," jelas Irawan.

Massa pengunjuk rasa direncanakan akan bertemu langsung dengan Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta untuk audiensi dan penyampaian protes mereka.

Saat di Pendopo, mereka beraksi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Desaku yang Kucinta. (*)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved