Sleman

Patok Jalur Kereta Terpasang di Sawah, DP3 Sleman Sebut Tidak Ada Pemberitahuan

Heru mengatakan sudah ada rencana dari Ditjen Perkeretaapian untuk bertemu dan membicarakan masalah jalur kereta tersebut. Namun belum direalisasikan.

Patok Jalur Kereta Terpasang di Sawah, DP3 Sleman Sebut Tidak Ada Pemberitahuan
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Kepala DP3 Sleman Heru Saptono 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Warga Dusun Senden, Sumberadi, Mlati belum lama ini dikejutkan dengan adanya pemasangan patok kayu di halaman sejumlah rumah dan sawah mereka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, patok berbahan semen permanen tersebut dipasang oleh Ditjen Perkeretaapian.

Keterangan tersebut juga tertulis pada patok berwarna kuning tersebut.

Warga Resah karena Lahannya Dipatok Tanpa Pemberitahuan

Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman Heru Saptono mengatakan pihaknya sama sekali tidak mengetahui adanya pemasangan patok tersebut.

"Belum dibahas juga dengan pihak Pemkab Sleman, tapi kok sudah ada patoknya. Patok untuk tol dan Jogja Outer Ring Road (JORR) saja belum," ungkap Heru saat dihubungi pada Kamis (01/08/2019).

Menurutnya, sejauh ini yang dibahas bersama Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Sleman baru rencana jalur Tol dan JORR tersebut.

Tahun 2021 Kereta Bandara YIA Ditargetkan Sudah Beroperasional

Heru mengatakan sudah ada rencana dari Ditjen Perkeretaapian untuk bertemu dan membicarakan masalah jalur kereta tersebut. Namun belum direalisasikan.

"Padahal lahan pertanian juga termasuk dalam perencanaan jalur tersebut," kata Heru.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Sapto Raharjo saat ditemui wartawan Tribun Jogja membenarkan bahwa patok tersebut dipasang sebagai perencanaan pengembangan jalur kereta penumpang.

Namun ia memastikan kegiatan pengukuran dengan patok tersebut sudah dihentikan oleh Balai Teknik Perkeretaapian (BTP).

Pasalnya kegiatan tersebut telah meresahkan warga.

"Setelah ini BTP akan berkoordinasi dengan Dishub DIY dan wilayah setempat untuk menentukan langkah selanjutnya," kata Sigit.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved