Bantul

Puluhan Naga Mengudara di Langit Parangkusumo Bantul

Penerbangan layang-layang kategori train naga dalam ajang 7th Annual Jogja Kite Festival 2019 itu mengundang antusias masyarakat.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Peserta sedang berusaha menerbangkan layang-layang naga dalam ajang 7th annual Jogja Kite Festival 2019, di pantai Parangkusumo Bantul. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Puluhan layang-layang berbentuk Naga mengudara menghiasi langit pantai Parangkusumo, Bantul, Minggu (28/7/2019) sore.

Penerbangan layang-layang kategori train naga dalam ajang 7th Annual Jogja Kite Festival 2019 itu mengundang antusias masyarakat.

Meski seputar lokasi matahari pukul 14.15 WIB bersinar sangat terik namun tak mengurungkan animo para penonton.

Mereka terlihat datang dan duduk bergerombol ditenda maupun berdiri di tepian pantai untuk menyaksikan satu persatu layang-layang mengudara.

Puluhan layang-layang naga yang terbang di pantai Parangkusumo sangat panjang.

Warna-warni Layang-layang, Terbang Hiasi Langit Parangkusumo Bantul

Panjangnya bisa mencapai 100-an meter lebih. Untuk bisa mengudara satu layang-layang naga dibantu oleh puluhan orang.

Salah satu layang-layang naga yang mengudara siang itu adalah Naga Suryapala.

Milik pelayang asal Tuban, Suroto.

Ia menceritakan pembuatan layang-layang Naga Suryapala membutuhkan waktu puluhan hari.

"Kemarin, kita butuh waktu 20 hari untuk persiapan," katanya ditemui dilokasi, Minggu sore.

Kedatangan Suroto ke Parangkusumo dalam kejuaraan layang-layang nasional merupakan kali kedua.

Tahun 2018 silam, dia bersama tim-nya mengaku pernah mengikuti kejuaraan serupa.

Meski belum berhasil Juara, lelaki asal Tuban itu mengaku sangat senang.

"Festival di Parangkusumo ini senang. Fasilitas dari panitia semua tercukupi. Pantainya juga indah. Saya bisa ketemu oleh teman-teman semua para pecinta layang-layang Nusantara," tutur dia.

Dalam festival tahunan itu, para peserta mempertontonkan hasil kreasi terbaik.

Kemudian dinilai langsung oleh dewan juri.

Dimana untuk desain layangan terbaik, akan mendapatkan thropy dan Piala Raja Sultan Hamengkubuwono X.

Selain diikuti oleh puluhan klub pelayang asal Indonesia, festival layang-layang di Parangkusumo Bantul dimeriahkan oleh partisipasi dari 11 pelayang Internasional.

Ada dari Amerika Serikat, Polandia, Maroko, Korea Selatan, Taiwan, Tiongkok, India, Vietnam, Thailand, Singapura hingga Malaysia.

10 Negara Akan Meriahkan Festival Layang-layang Nasional di Pantai Parangkusumo Bantul

Mereka menerbangkan layang-layang dipinggir pantai selatan.

Warna-warni dan pantulan terik matahari membuat layang-layang cerah dipandang.

Terlihat ada layang-layang revolusi, bentuk animasi kartun, lumba-lumba, gajah hingga layang-layang putaran berukuran besar.

Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, Singgih Raharjo mengatakan festival di Parangkusumo ini bukan hanya sekedar bermain layang-layang.

Menurut dia, ada unsur seni luar biasa dari tiap layang-layang yang ditampilkan.

Singgih berharap kegiatan seperti ini bisa rutin diselenggarakan, agar kedepannya turut meningkatkan kunjungan wisata ke destinasi Parangkusumo.

Kunjungan dari wisatawan menurut dia akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.

"Kalau ada even yang dapat mendatangkan banyak wisatawan, tentu ekonomi masyarakat di sekitar destinasi juga akan meningkat," terang dia.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved