Kota Yogya
TRC Distan Yogya Siap Cek Hewan Kurban
Tim Reaksi Cepat (TRC) siap memberikan pendampingan bagi pembeli hewan kurban yang belum dicek kesehatannya.
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Berbagai persiapan menjelang Iduladha telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto menjelaskan bahwa pihaknya telah mendirikan posko pendaftaran di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan.
"Kami juga telah berkomunikasi ke petugas UGM agar dapat melakukan pengecekan ante mortem yakni sebelum penyembelihan dan post mortem atau setelah penyembelihan," ujarnya pada Tribunjogja.com, Jumat (26/7/2019).
• Lemari Lila Padukan Kain Batik dan Desain Kasual
Ia menambahkan, terkait pengawasan pihaknya membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) yang siap memberikan pendampingan bagi pembeli hewan kurban yang belum dicek kesehatannya.
"Kita berikan pemeriksaan gratis, tidak ada biaya. Kalau hewan memang sehat, kita serahkan. Tapi bila sakit karena tidak biasa memelihara ternak, karena mereka beli jauh hari sebelum penyembelihan, maka kita siap berikan pengobatan," ujarnya.
Terkait keberadaan pasar hewan dadakan di berbagai titik yang tersebar di Kota Yogyakarta, Sugeng menjelaskan bahwa pihaknya akan turun ke lapangan pada Agustus awal.
Dari pengalaman sebelumnya, masalah pada hewan yang ada di tempat penjualan tersebut adalah kelelahan selama di perjalanan.
"Ciri-cirinya biasanya matanya berair atau belekan. Ada juga yang sampai diare. Kita akan beri obat. Kita cermati kalau di pasar hewan ternyata ada hewan yang tidak layak, harus dikembalikan ke peternak," bebernya.
Kondisi yang tidak layak tersebut diungkapkan Sugeng misalkan kondisi kaki yang patah hingga hewan kurban pincang.
Menurutnya kondisi ini juga masih ditemui di lapangan.
"Kami mengimbau yang melakukan aktivitas jual beli jangan di trotoar. Kalau di belakang trotoar, ruangnya dipastikan cukup menampung hewan. Kalau ruangan 3x3 meter maka jangan banyak-banyak. Rasionya hewan 1x1 meter per ekor. Lalu atasnya diberi terpal, serta ada cukup makanan dan minuman," pungkas Sugeng. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-kota-yogya_20180731_185714.jpg)