Tampak Sempurna! Kepala Arca Kuna Ditemukan Terkubur di Lembah Gunung Kelud

Arca berupa kepala arca Boddhisattva ini ditemukan di situs Adan-adan, Kecamatan Gurah, Kediri, Jawa Timur, terkubur 3 meter di lembang Gunung Kelud

Tayang:
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
Dokumentasi Wati R Wijaya/Puslit Arkenas
Arca kuna yang ditemukan di situs Adan-adan, Kecamatan Gurah, Kediri, Jawa Timur. Arca tersebut ditemukan terkubur 3 meter di lembah sebelah barat Gunung Kelud 

Kaki dipahatkan gendut dengan jari-jari tidak proporsional. Kuku pada Jempol tangannya dipahatkan sangat jelas.

Bagian kiri arca sebagian besar hilang terpotong. Terdapat sandaran arca, ukuran lebar bagian depan arca 59 cm dengan tingi 34 cm.

Sedangkan lapik arca yang ditemukan di lokasi yang sama, berbentuk padmasana ganda diameter 39 cm dan tebal 21 cm.

Potongan bagian arca kuna lainnya yang ditemukan di situs Adan-adan, Kecamatan Gurah, Kediri, Jawa Timur. Arca tersebut ditemukan terkubur 3 meter di lembah sebelah barat Gunung Kelud
Potongan bagian arca kuna lainnya yang ditemukan di situs Adan-adan, Kecamatan Gurah, Kediri, Jawa Timur. Arca tersebut ditemukan terkubur 3 meter di lembah sebelah barat Gunung Kelud (Dokumentasi Wati R Wijaya/Puslit Arkenas)

Di lapik ini terdapat sepasang kaki yang bersandar pada sebuah stella. Mengenakan gelang kaki yang ornamennya sangat cantik. Jari kaki dipahatkan tidak proporsional.

Menurut Wati R Wijaya, temuan-temuan ini menunjukkan situs Candi Adan-adan, Kediri mempunyai latar belakang keagamaan Budha Mahayana pada abad 12/13 Masehi.

Ahli sejarah dan arkeolog Universitas Negeri Malang, M Dwi Cahyono, kepada Tribunjogja.com, Rabu (17/7/2019) pagi ini mengaminkan perkiraan masa kebudayaan situs tersebut berdasar ciri ikonografis temuan.

Menurutnya, temuan-temuan penting ini melengkapi temuan ikonografis pada ekskavasi di tahun sebelumnya di lokasi sama.

Saat itu ditemukan arca dwarapala, kepala kala dan Makara. “Hal ini menguatkan dugaan tentang pernah adanya tempat peribadatan masa lampau d situs Adan- Adan, yang sebaran jejak arkeologisnya amat luas,” kata Dwi Cahyono.

BERITA FOTO : Temuan Arca The Lost Ganesha Raksasa di Sambirejo Prambanan

Terkait keletakannya yang ada di kedalaman 3 hingga 4 meter di bawah permukaan tanah, dan kondisi terpecah-pecah, menunjukkan pada masa lalu lokasi ini mengalami bencana bertubi-tubi.

Dugaan paling kuat, situs dan daerah ini terpapar dampak letusan Genung Kelud pada masa kuna. Dilihat dari jejaknya, bangunan di Adan-adan ini terdiri percampuran bata dan batu andesit.

Arca kuna yang ditemukan di situs Adan-adan, Kecamatan Gurah, Kediri, Jawa Timur. Arca tersebut ditemukan terkubur 3 meter di lembah sebelah barat Gunung Kelud
Arca kuna yang ditemukan di situs Adan-adan, Kecamatan Gurah, Kediri, Jawa Timur. Arca tersebut ditemukan terkubur 3 meter di lembah sebelah barat Gunung Kelud (Dokumentasi Wati R Wijaya/Puslit Arkenas)

“Pertanyaannya sekarang, apakah bangunan candi itu roboh dan kemudian menimpa arca-arca yang ditempatkan di dalam bilik-bilik candinya?” tanya Dwi Cahyono.

Letak Desa Adan-adan ada di lembah barat Gunung Kelud, dan memang sangat rentan terkena dampak letusan. Kejadian serupa menimpa situs kuna Tondowongso, yang berada tak jauh di sebelah timurnya.

Menilik Peninggalan Sejarah Hindu di Situs Arca Gupolo

Dwi Cahyono menduga, di luar bangunan suci Adan-adan ini terdapat kekayaan arkeologi luar biasa. Bisa jejak permukiman atau desa kuna dari era Majapahit di puncak kejayaannya.

Ia menyebut ada nama kuna thani atau desa dalam khasanah sejarah, iatu “Hada-hada”.

Dalam prasasti Adan-adan, desa itu merupakan perdikan Majapahit, dan sebuah desa yang maju dan makmur pada masanya.(Tribunjogja.com/Setya Krisna Sumarga)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved