Kulon Progo
Sutedjo Pastikan Pembangunan Green Belt YIA Terus Berjalan
Namun, rencana itu baru bisa berjalan apabila seluruh tambak udang yang ada di petak lahan tersebut telah dikosongkan sepenuhnya.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ari Nugroho
Ketua Paguyuban Petambak Udang Glagah, Palihan, Jangkaran (Galitanjang), Agung Supriyanto mengatakan saat ini masih banyak tambak yang beroperasi, setidaknya 100 kolam.
Beberapa baru tebar benih sedangkan lainnya ada yang sudah hampir panen.
Pihaknya akan berkomunikasi dengan petambak lainnya menyikapi surat perintah pengosongan lahan tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulonprogo, Arif Prastowo mengatakan penanaman pepohonan untuk sabuk hijau itu jadi tanggung jawab bersama dari pemerintah pusat, provinsi, hingga Pemkab Kulon Progo.
Namun, pemeliharaan tanaman yang sudah ditanam juga perlu jadi perhatian mengingat ada kemungkinan 40 persen tanaman akan mati jika tak tertangani secara serius.
"Potensi gagal tumbuh dari pohon cemara udang cukup tinggi sehingga teknik pemeliharaan harus diperhatikan,. Kami juga bertanggung jawab untuk penyiramannya,"kata dia.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/landasan-pacu-bandara-yia-2019.jpg)