Kulon Progo

Sutedjo Pastikan Pembangunan Green Belt YIA Terus Berjalan

Namun, rencana itu baru bisa berjalan apabila seluruh tambak udang yang ada di petak lahan tersebut telah dikosongkan sepenuhnya.

Sutedjo Pastikan Pembangunan Green Belt YIA Terus Berjalan
IST
Landasan pacu Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Temon, Kulonprogo, 2019 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menjanjikan bahwa pembangunan area sabuk hijau (green belt) di kawasan pantai selatan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Temon akan terus berlanjut.

Namun, rencana itu baru bisa berjalan apabila seluruh tambak udang yang ada di petak lahan tersebut telah dikosongkan sepenuhnya.

Dukung Aksesibilitas ke YIA, Ruas Jalan Brosot-Toyan Dilebarkan

Dalam hal ini, Pemkab Kulon Progo sudah melayangkan lagi surat peringatan sekaligus perintah pengosongan lahan tersebut kepada para petambak, 8 Juli 2019 lalu.

Petambak diminta tak menebar benih lagi dan segera mengosongkan aktivitasnya di tempat tersebut.

Sedangkan petambak yang sudah hampir panen diberi waktu hingga Oktober ini dan setelah itu tak boleh menambak lagi.

Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo mencatat di kawasan pantai selatan YIA setidaknya ada sekitar 120 unit kolam tambak. Sebanyak 23 di antaranya sudah kosong.

Oktober 2019, 65 Penerbangan di ADS Dialihkan ke YIA

"Ini bagian dari upaya kami melakukan penataan tanpa merugikan warga. Harapannya, tanpa perlu dipaksa mereka sudah mengosongkan lahan. Tambak yang sudah kosong akan segera diratakan, ini jadi sasaran utama,"kata Wakil Bupati Kulon Progo, Sutedjo, Minggu (14/7/2019).

Menurutnya, tambak yang sudah kosong akan segera diratakan untuk selanjutnya ditanami pepohonan pelindung sesuai fungsi green belt tersebut.

Sebelumnya, sekitar 2.000 batang bibit pohon sudah ditanam duluan pada area kosong di selatan tambak.

Fungsi green belt ini menurut Sutedjo sebagai upaya mitigasi bencana dalam perlingdungan pantai dari abrasi maupun mengamankan bandara YIA dari ancaman gelombang pasang hingga tsunami dan angin kencang.

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved