Bantul
Ketergantungan terhadap Kursi Roda Tak Halangi Warga Bantul Ini Berangkat Haji
Petani itu mengaku bahagia karena diberi kesempatan berangkat Ibadah haji tahun ini setelah menunggu selama delapan tahun.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Di atas kursi rodanya, Daldiri Adi Suwito tersenyum sumringah.
Rona wajahnya berseri-seri.
Seusai menunaikan Salat Duhur berjamaah di komplek pemda Bantul, siang itu, lelaki berusia 76 tahun itu, terlihat begitu semangat.
Daldiri adalah warga Kecamatan Pleret, Bantul.
Ia menjadi satu di antara ratusan calon haji keberangkatannya dilepas langsung oleh Bupati Bantul, Suharsono.
• Lemari Lila Padukan Kain Batik dan Desain Kasual
Kepada Tribunjogja.com, Daldiri yang berprofesi sebagai petani itu mengaku bahagia karena diberi kesempatan berangkat Ibadah haji tahun ini setelah menunggu selama delapan tahun.
Meskipun berangkat dalam keterbatasan, ia tetap semangat.
"Alhamdulillah, baik semua. Tidak ada masalah," kata Daldiri, ketika ditanya Tribunjogja.com mengenai persiapan dirinya menunaikan ibadah haji.
Ia bercerita, tahun ini menunaikan ibadah haji bersama istrinya, Wakirah, serta dua anaknya, Harry Susilo dan Yunus.
Daldiri terpaksa berangkat ke tanah suci memakai kursi roda.
• Suharsono Lepas Keberangkatan 352 Jemaah Calon Haji Asal Bantul
Kaki sebelah kirinya patah karena kecelakaan kerja, terkena alat pembajak sawah dua belas tahun silam.
"Kaki saya putus, tahun 2007. Terkena luku sapi. Tapi tidak masalah. Saya tetap semangat," tutur calon haji kloter 24 SOC itu.
Selain Daldiri, semangat untuk menunaikan ibadah haji meskipun harus memakai kursi roda adalah Samidjo Warno.
Lelaki berusia 84 tahun asal Ngestiharjo Bantul itu berangkat haji bersama dengan puterinya, Indah Sulastri.
"Bapak daftar haji tahun 2011. Alhamdulillah, bisa berangkat tahun ini," kata Indah.