Suharsono Lepas Keberangkatan 352 Jemaah Calon Haji Asal Bantul

Rombongan tersebut diberangkatkan menggunakan sejumlah armada bus menuju Surakarta.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Bupati Bantul, Suharsono, melepas keberangkatan 352 calon haji (calhaj) kelompok terbang (kloter) 24 SOC/Embarkasi Solo di Pendopo Manggala Parasamya, Bantul, Sabtu (13/7/2019) siang 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bupati Bantul, Suharsono, melepas keberangkatan 352 calon haji (calhaj) plus tiga petugas pendamping kelompok terbang (kloter) 24 SOC/Embarkasi Solo, di Pendopo Manggala Parasamya, Bantul, Sabtu (13/7/2019) siang.

Rombongan tersebut diberangkatkan menggunakan sejumlah armada bus menuju Surakarta.

Bupati Suharsono didampingi Forkompimda, secara langsung melepas keberangkatan mereka dengan mengangkat bendera start.

Kepada jemaah calon haji asal Bantul, Suharsono menyampaikan pesan agar senantiasa menjaga kesehatan selama berada di tanah suci.

Serta ia juga berpesan agar para jemaah tidak lupa membawa perbekalan obat-obatan yang cukup.

"Yang di rumah memiliki kebiasaan kerokan, jangan lupa, misalnya, bawa remason dan obat-obatan lainnya," kata Suharsono.

Menurut dia, selama menjalankan ibadah haji yang paling diperlukan adalah kesehatan fisik.

Apabila selama di Maekah sakit, nantinya tidak bisa menjalankan syariat yang semestinya dikerjakan.

Sebab itu, jemaah haji diminta menjaga kebiasaan diri yang bisa menjadikan tubuh tetap bugar.

"Sehingga semua bisa berjalan dengan lancar," tuturnya.

Selain kesehatan, Suharsono juga berpesan kepada jemaah haji supaya tetap menjaga kebersamaan.

Dikatakan dia, sama-sama jemaah haji dari Bantul harus saling gotong-royong, karena semua bersaudara.

"Semoga pulang nanti menjadi haji yang mabrur," ucap Suharsono, mendoakan.

Kepala Bagian Administrasi Kesra Setda Bantul, Sukamta, mengatakan total jamaah haji asal Bantul yang diberangkatkan pada tahun ini ada 1.082 jemaah.

Mereka diberangkatkan secara bertahap sesuai kelompok terbang (Kloter).

Dari total jumlah tersebut, menurut Sukamta, jemaah yang memasuki usia lansia di atas 60 tahun, berjumlah sekitar 47 persen.

"Mereka (selama di tanah suci) akan ditangani oleh pendamping jemaah haji masing-masing Kloter. Di sana juga, ada bantuan tenaga kerja dari masing-masing KBIH," ujar dia. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved