Soccer Style

Timnas Putri Pindahkan Lokasi TC ke Kawasan Kaliurang

Pelatih Kepala Timnas Putri, Rully Nere mengatakan, pemindahan tempat pemusatan latihan menuju daerah yang lebih sejuk dan tinggi sengaja dilakukan de

Timnas Putri Pindahkan Lokasi TC ke Kawasan Kaliurang
pssi.org
Timnas Putri saat melangsungkan sesi latihan di Yogyakarta, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Seusai menjalani rangkaian Training Camp (TC) di di Stadion Tridadi, serta Lapangan UNY, Yogyakarta, Timnas Sepakbola Putri Indonesia memilih untuk memindahkan tempat pemusatan latihannya, menuju kawasan pegunungan, di Kaliurang, Sleman.

Pelatih Kepala Timnas Putri, Rully Nere mengatakan, pemindahan tempat pemusatan latihan menuju daerah yang lebih sejuk dan tinggi sengaja dilakukan dengan berbagai pertimbangan.

Salah satunya, agar pemain lebih fokus berlatih, karena jauh dari keramaian kota.

 • Gelar TC di Yogyakarta, Timnas Putri Agendakan Lima Uji Tanding

"Memang, kami sengaja berpindah ke daerah tinggi, karena ada beberapa pemantapan latihan lagi ya, menyangkut fisik pemain," katanya.

Rully mengungkapkan, pemindahan juga menyangkut fasilitas pendukung yang bisa memaksimalkan seleksi, serta pemusatan latihan yang kini tengah berlangsung.

Untuk selanjutnya, Zahra Musdalifah dan kolega bakal berlatih di UII Training Ground, Ngagglik, Sleman.

"Intensitas latihan semakin meningkat, maka perlu juga fasilitas pendukung lain. Selain udara sejuk dan bagus untuk pernafasan, di sini para pemain juga dapat menjaga kondisi mereka, dengan fasilitas yang ada," tuturnya.

"Ya, mulai dari penunjang untuk menjaga kondisi fisik bersama tim dan pribadi, maupun recovery ya," imbuh legenda Timnas Indonesia tersebut.

Tugiyati, Petugas Kebersihan yang Sukses Menjadi Pemain Timnas Sepakbola Putri Indonesia

Sementara itu, pelatih Fisik Timnas Putri, Sofie Imam Faizal menjelaskan, untuk mempersiapkan kondisi para pemain, akan diterapkan pula latihan kombinasi fisik di alam terbuka, yaitu lari lintas alam atau cross country. Agenda itu, menjadi program pelengkap tim pelatih.

"Pembentukkan fisik ini sangat perlu, karena selepas hari raya Idul Fitri, tanpa kompetisi dan tanpa latihan di klubnya, fisik pemain pasti menurun. Jadi, lari lintas alam ini sangat penting bagi pemain, paling tidak 30-35 menit," jelasnya.

Terlebih, lanjut Sofie, tim pelatih telah memberikan porsi khusus development aerobic, atau pembentukan fisik, strength, serta aerobic capacity, atau daya tahan kardiovaskuler, pada dua pekan awal bergulirnya pemusatan latihan di Yogyakarta kemarin.

"Lari lintas alam, atau cross country ini sebagai variasi, untuk membangun kekuatan, sekaligus stamina setiap pemain ketika tidak berlatih dengan bola," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: aka
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved