Yogyakarta

Proses KPBU TPST Piyungan Jalan Terus

Sekda DIY, Gatot Saptadi menjelaskan, salah satu langkah untuk mengatasi persoalan sampah di TPST Piyungan adalah dengan teknologi pengolahan sampah.

Proses KPBU TPST Piyungan Jalan Terus
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sekda DIY, Gatot Saptadi menjelaskan, salah satu langkah untuk mengatasi persoalan sampah di TPST Piyungan adalah dengan teknologi pengolahan sampah.

Hal ini terkait dengan skema kerjasama pemerintah badan usaha (BPU) di kawasan tersebut.

“KPBU prosesnya jalan terus, dan ini bukan pekerjaan gampang dan semudah membalik tangan,” jelas Gatot, kemarin.

Jadikan Sampah Lebih Bernilai Ekonomis untuk Pembangunan Berkelanjutan

Menurutnya, KPBU yang akan segera ditandatangani adalah Kamijoro.

Penandatangan di akhir bulan ini adalah antara Pemprov dengan pihak Kementrian Keuangan.

Yakni, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Perusahaan ini bergerak di bidang pembiayaan infrastruktur yang seluruh modal sahamnya dimiliki oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui Kementerian Keuangan.

“Jadi untuk KPBU TPST Piyungan atau Kamijoro, mana yang mau membantu nanti kami tangkap,” urainya.

Pada akhir tahun ini targetnya pemerintah sudah bisa menawarkan pada pihak swasta atau pihak ketiga.

Memang tidak semudah itu menawarkan pada pihak swasta karena investasi ini juga memerlukan jaminan dan swasta juga menghitung keuntungan.

Masih Marak Masyarakat yang Buang Sampah ke Sungai Picu Penurunan Kualitas Air di Gunungkidul

Jika diperlukan subsidi, pihaknya pun siap untuk menganggarkannya.

Hal ini karena sampah, transportasi dan juga air minum adalah kebutuhan pokok yang menuntut peran pemerintah.

Adapun, teknologi yang dimaksud untuk pengelolaan sampah itu diantaranya adalah pengolahan menjadi kompos, dicacah untuk dijadikan pupuk, atau sampah plastik bisa diolah menjadi bahan bakar atau campuran material jalan.

Dia berharap, rumah tangga di seluruh wilayah DIY mulai mengerti pola manajemen sampah. Selain itu, pihaknya pun akan menyempurnakan infrastruktur dengan memasang talut agar volume sampah bisa lebih tinggi.

“Itu nafas 1-2 tahun yang harus dipertahankan sebelum masuk ke KPBU,” urainya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ais
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved