Breaking News:

Lakukan Hal Ini Jika Dicegat Debt Collector di Jalanan untuk Menarik Paksa Kendaraan!

Belakangan, aksi penarikan paksa kendaraan yang kreditnya macet oleh debt collector di jalanan bikin resah warga.

Editor: Rina Eviana
ILUSTRASI via rock-cafe.info
ILUSTRASI 

Lakukan Hal Ini Jika Dicegat Debt Collector di Jalanan untuk Menarik Paksa Kendaraan!

TRIBUNJOGJA.COM - Belakangan, aksi penarikan paksa kendaraan yang kreditnya macet oleh debt collector di jalanan bikin resah warga.

Beberapa kasus bahkan terkesan penarikan paksa kendaraan yang kreditnya macet oleh debt collector terkesan brutal dan bahkan ada yang berujung baku hantam hingga penahanan oleh pihak kepolisian.


Sebenarnya penarikan kendaraan yang kreditnya macet oleh debt collector diatur dalam undang-undang sehingga ada mekanisme yang ditempuh. Nah jika Anda mengalaminya lakukan hal ini saat dicegat debt collector di jalanan untuk menarik paksa kendaraan Anda. 

Viral, Komplotan Debt Collector Paksa Ambil Mobil Pelanggan, Polisi Tangkap 1 Pelaku

Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi mengatakan, peristiwa penarikan paksa seperti kasus Putra Rama di Simpang Selayang, Sumatera Utara beberapa waktu lalu, menjadi pidana karena disertai perilaku yang tidak sesuai prosedur dan melanggar undang-undang lainnya atau melampaui batas.

Berdasarkan Undang-undang fidusia, sah-sah saja mereka melakukan penarikan.

"Karena mereka dilindungi UU Fidusia yang memberikan mereka hak untuk menarik agunan yang menunggak kreditnya. Tapi tidak boleh dengan kekerasan, intimidasi, ancaman dan lain sebagainya," katanya, Rabu (10/7/2019).

Dijelaskannya, di dalam UU tersebut disebutkan bahwa sertifikat yang dikeluarkan pengadilan kepada mereka dijadikan alas hak untuk menyita barang yang menjadi agunan.

Itu lah yang merupakan pelimpahan dari pengadilan kepada mereka untuk menyita barang ketika salah satu pihak tidak laksanakan kewajibannya atau cacat pembayaran.

Namun, ketika seseorang yang mengalami hal sama seperti yang terjadi pada Putra Rama di Simpang Selayang, ada beberapa hal yang menjadi haknya.

"Masyarakat berhak bertanya bapak dari mana, lalu misalnya dia siapa, terus surat perintah penarikan mana, tanda terima penarikan di mana," katanya.

Halaman
12
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved