Yogyakarta

Oktober 2019, 65 Penerbangan di ADS Dialihkan ke YIA

Hal itu dilakukan menyusul target perampungan hampir seluruh sisi infrastruktur bandara baru itu pada tenggat waktu tersebut.

Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Aktivitas pekerja di proyek pembangunan Bandara YIA di Temon, Kulon Progo, Selasa (9/7/2019). 

Sedangkan rute YIA-CGK berokupasi 50 persen.

"Ini sudah cukup lumayan bagus untuk sebuah bandara baru. Marketnya ke Palangkaraya itu banyak mahasiswa dan pekerja. Mereka tidak hanya berasal dari DIY saja tapi juga wilayah Jawa Tengah bagian selatan,"kata Pandu.

Tak Lama Lagi, Kereta Api dari Stasiun Tugu Bisa Langsung Masuk ke Bandara YIA

Area tangkapan yang meluas hingga ke wilayah Jawa Tengah inilah yang dipandang jadi potensi pasar bagus bagi AP I di YIA.

Bandara ini secara geografis jelas lebih dekat dengan wilayah selatan seperti Kebumen, Purworejo, hingga Banjarnegara dan lainnya yang selama ini belum tergarap optimal oleh ADS maupun bandara lain di Jawa Tengah.

"Animo masyarakat untuk menggunakan bandara baru sungguh luar biasa dengan catchmen area (area tangkapan) di DIY dan Jateng selatan karena jaraknya relatif lebih dekat,"kata Pandu.

Dari sisi kargo, YIA juga akan dilengkapi fasilitas yang terbilang mumpuni. Luasan area terminal kargonya dirancang seluas total sekitar 5.700 meter persegi untuk kelas internasional maupun domestik.

Pandu mengatakan, tiga maskapai sudah melakukan assessment atas kesiapan kargo di YIA. Yakni, Lion AIr Group, Air Asia, dan Garuda Indonesia.

"Gedung kargo dipersiapkan untuk para pengusaha yang bergerak di bidang kargo. Kami sudah siap secara operasional peralatan dan gedung. Tinggal menunggu hasil assessment maskapai," jelas Pandu.

Kapasitas terminal kargo untuk rute internasional mencapai 200 ton per hari dalam luasan area 2.304 meter persegi.

Sedangkan kargo domestik kapasitasnya 300 ton per hari dalam luasan area 3.456 meter persegi.

Pembangunan terminal kargo saat ini sudah sepenuhnya selesai untuk internasional dan tinggal menunggu rampungnya penyempurnaan area kargo domestik.

"Luasan terminal kargo ini lebih besar dari bandara di Denpasar dan Surabaya. Kapasitasnya memadai untuk ekspor impor sehingga sangat menguntungkan bagi DIY,"kata Airport Operation and Service Senior Manager YIA PT AP I, I Nyoman Noer Rohim.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved