Mitos Gunung Piramid, Pendaki Dilarang Ambil Apapun dan Ada Tempat Keramat 'Batu Lamggar'

Mitos Gunung Piramid, Pendaki Dilarang Ambil Apapun dan Ada Satu Te.pat Keramat

Instagram
Gunung Piramid 

TRIBUNJOGJA.COM - Gunung Piramid menyimpan misteri setelah kabar hilangnya pendaki bernama Thoriq Rizki Maulidin 

Nama Gunung Piramid mungkin belum begitu familiar di telinga publik.

Ternyata gunung ini menyimpan banyak mitos. Pendaki tak boleh sesuka hati saat melakukan pendakian.

Fakta Detik-detik Terakhir Thoriq Rizky Sebelum Hilang di Punggung Naga Bukit Piramid

Ada satu tempat di Gunung Piramid yang dianggap keramat oleh warga.

Tempat tersebut bernama Batu langgar. Berikut sejumlah fakta tentang Gunung Piramid.

1. Masih merupakan bagian Gunung Argopuro

Dikutip tribunjogja.com dari KompasTravel Gunung Piramid masih termasuk bagian dari wilayah Gunung Argopuro

“Puncak Piramid merupakan bagian jajaran dari Pengunungan Hyang Argopuro,” tuturnya.

2. Memiliki bentuk seperti piramid dan sejumlah mitos

Wujud Batu Langgar

Gunung Piramid disebut demikian lantaran dari kejauhan gunung ini berbentuk segitiga seperti halnya piramida Mesir, sehingga nama Gunung Piramid disematkan.

Warga sekitar juga kerap mengingatkan kepada para pendaki Gunung Piramid untuk tidak mengambil apapun ketika mendaki Gunung Piramid terutama buah, karena konon jika mereka mengambil tidak akan kembali.

Sebelum sampai camping ground juga terdapat Batu Langgar, yang dinilai keramat oleh warga setempat. 

3. Meski Gunung Piramid tak terlalu tinggi, namun Memiliki kemiringan ekstrem

Gunung Piramid memiliki ketinggian 1.521 meter di atas permukaan laut (mdpl). Meskipun memiliki tinggi yang bisa dikatakan tidak seberapa jika dibandingkan gunung lain, akan tetapi Gunung Piramid memiliki medan yang ekstrim.

Admin @bondowosoexplorer bahkan memperkirakan tingkat kemiringannya mungkin sekitar 90 derajat.

Track dikenal sadis dan kejam bahkan tingkat kemiringan sampai 90 derajat di punggungan terakhir menuju puncak,” tuturnya.

4. Jalur pendakian tak Mudah

Jalur pendakian menuju puncak tidaklah mudah. Selain miring, medannya pun cukup sulit. Jalur yang harus dilewati merupakan jalur setapak dengan kultur trek bebatuan dan berpasir.

Jika dari batas vegetasi jalur pendakian sangat sempit  dan panjang. Kanan kiri berupa jurang curam, salah perhitungan salah melangkah akan berakibat fatal. Dibutuhkan konsentrasi penuh,serta peralatan yang memadai.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved