Bank Indonesia Sebut Inflasi Bulan Juni di DIY Tergolong Rendah

BI menilai angka inflasi di bulan Juni lebih rendah ketimbang bulan sebelumnya (Mei) 2019

Bank Indonesia Sebut Inflasi Bulan Juni di DIY Tergolong Rendah
Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan Nugroho
Komoditas bawang putih di pasar tradisional Beringharjo Kota Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta menilai inflasi di DIY pada bulan Juni 2019 tergolong rendah.

Bahkan, BI menilai angka inflasi di bulan Juni lebih rendah ketimbang bulan sebelumnya (Mei).

"Memasuki periode Lebaran di awal Juni 2019, inflasi DIY tercatat cukup rendah, sebesar 0,25 persen (mtm)," jelas Direktur Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Hilman Tisnawan lewat siaran pers, Selasa (2/7/2019).

"Pencapaian tersebut lebih rendah dibandingkan dengan inflasi Mei 2019 sebesar 0,42 persen (mtm)," tambahnya.

Rendahnya inflasi Juni 2019 tersebut, lanjut Hilman, dicapai seiring dengan penurunan tekanan dari kelompok pangan bergejolak (volatile food).

Pada kelompok tersebut mengalami deflasi sebesar -0,28 persen (mtm), jauh lebih rendah dibandingkan dengan periode Mei 2019 sebesar 0,89 persen (mtm) maupun inflasi volatile food lebaran tahun 2018 sebesar 1,21 persen (mtm).

"Upaya pengendalian harga dari TPID untuk menjaga kecukupan pasokan pangan di DIY efektif dalam menekan lonjakan harga pada saat momen Hari Besar Keagamaan Nasional," bebernya.

Realisasi impor bawang putih sebanyak 69.507 ton hingga Mei 2019 menurutnya efektif menambah jumlah pasokan di pasar, sehingga harga mengalami deflasi sebesar -21,79 persen (mtm).

Adapun pada komoditas daging ayam ras, walaupun sempat mengalami lonjakan harga pada saat lebaran di awal bulan namun selanjutnya harga daging ayam terus turun hingga mengalami deflasi sebesar -3,04 persen (mtm).

Penurunan harga daging ayam tersebut disebabkan produksi yang melebihi jumlah permintaan pasar, sehingga stok cenderung melimpah.

Sementara, deflasi pangan sedikit tertahan oleh komoditas cabai merah yang mengalami lonjakan harga mencapai 39,26 persen (mtm).

Peningkatan harga tersebut dipengaruhi oleh kekeringan yang melanda di beberapa sentra produksi, sementara permintaan masih cukup tinggi untuk memenuhi kebutuhan perayaan idulfitri.

"Dengan realisasi angka inflasi tersebut maka laju inflasi tahun kalender 2019 saat ini mencapai sebesar 1,74 persen (ytd) dan inflasi tahunan sebesar 3,11 persen (yoy)," tuturnya. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved