Astronom Berhasil Deteksi Asteroid Mini Sebelum Menghantam Bumi

Asteroid 2019 MO ditemukan melalui sistem penyigi langit Atlas Project Survey di Hawaii. Sebelas jam kemudian, asteroid itu menghantam Bumi.

Tayang:
Editor: iwanoganapriansyah
IST
Ilustrasi asteroid mendekati Bumi 

Pada ketinggian sekitar 32 kmdpl, asteroid mulai mengalami pemecah-belahan secara intensif.

Pada ketinggian 28 kmdpl, kecepatan asteroid mendadak sangat diperlambat sehingga sebagian energinya terlepas dalam fenomena airburst.

Fenomena tersebut terekam melalui satelit cuaca GEOS pada kanal GLM (global lightning mapper) yang sejatinya digunakan untuk memetakan kejadian petir di seluruh dunia.

Di darat, fenomena airburst itu juga terekam oleh stasiun infrasonik Bermuda (2.000 km sebelah utara episentrum airburst).

Dari stasiun infrasonik itulah diketahui asteroid 2019 MO memiliki energi kinetik 5 kiloton TNT dengan separuh diantaranya dilepaskan dalam airburst.

Sebagai pembanding, bom nuklir Nagasaki berkekuatan 20 kiloton TNT.

Pelepasan energi airburst ini tidak berdampak apapun karena titiknya yang masih sangat tinggi terhadap paras Bumi.

Mungkin terdapat sisa-sisa pecahan asteroid yang bisa bertahan dari penghancuran di ketinggian atmosfer selama proses fragmentasi dan mendarat sebagai meteorit.

Namun dengan lokasi jatuh meteorit di laut, jelas mustahil untuk bisa menemukannya. (Ma'rufin Sudibyo)

.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Keempat dalam Sejarah, Asteroid Mini Terdeteksi Sebelum Jatuh ke Bumi"

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved