Advertorial
Pemkab Bantul Komitmen Jemput Bola Rekam e-KTP Elektronik Bagi Lansia dan Penyandang Disabilitas
Bupati Bantul Suharsono mengatakan, pemkab telah menyediakan mobil keliling untuk mendatangi rumah-rumah warga yang mobilitasnya terbatas untuk mengur
Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul berkomitmen untuk melayani masyarakat dalam berbagai aspek.
Satu di antaranya yakni pelayanan jemput bola rekam e-KTP bagi para lansia dan penyandang disabilitas.
Bupati Bantul Suharsono mengatakan, pemkab telah menyediakan mobil keliling untuk mendatangi rumah-rumah warga yang mobilitasnya terbatas untuk mengurus e-KTP.
Pada Selasa (25/6/2019) pagi, Suharsono bersama petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bantul beserta camat dan pemerintah desa menyambangi rumah Mbah Tukijem (80) di Dusun Melikan Lor, Desa Bantul, Kecamatan Bantul.
Mbah Tukijem merupakan lansia yang hanya mampu berbaring di tempat tidurnya lantaran sakit karena usianya yang sudah renta.
• Empat Bersaudara Yatim Piatu Terima Bantuan Pemkab Bantul
Petugas Disdukcapil pun melakukan perekaman e-KTP di samping tempat tidur Mbah Tukijem yang juga akrab disapa Mbah Dasilah ini.
Suharsono mengatakan, tiap warga di Bantul harus mempunyai e-KTP. Proses pembuatan e-KTP sebisa mungkin harus mudah, cepat, dan menyenangkan.
"Dan yang pokok adalah gratis tidak dipungut biaya satu sen pun. Kalau ada yang memungut biaya laporkan pada saya, karena itu ada hukumannya. Kalau sampai menarik biaya itu sanksinya penjara enam tahun atau denda Rp75 juta," kata Suharsono usai menyambangi warga Dusun Melikan Lor dan rumah Mbah Tukijem.
Menurutnya, warga lansia seperti Mbah Tukijem memang harus dilayani dengan jemput bola.
"Seperti ini tadi daya kunjungi simbah yang baru gerah, petugas Dukcapil proaktif melayani ke rumah-rumah penduduk yang sudah lansia. Dan orang-orang cacat permanen," ujarnya.
"Tidak mungkin mereka mau antre ke Dukcapil. Sudah saya belikan satu mobil untuk melayani keliling," sambungnya.
• Pemkab Bantul Launching DGS Kesehatan, Masyarakat Tak Perlu Antre Minta Rujukan ke Puskesmas
Lanjutnya, pemerintah desa juga harus aktif mendata warganya yang sekiranya memerlukan bantuan atau menemui masalah.
"Laporannya bisa dari pak dukuh, apa permasalahannya dan kesulitannya, khususnya kalau di sini soal KTP tadi," katanya.
Sementara itu, Lurah Desa Bantul Supriyadi mengatakan, di Desa Bantul hanya tinggal sedikit warga yang belum memiliki e-KTP.
"Sudah mulai disisir mulai dari kelurahan dan dukuh. Barangkali ada manula atau orang yang sakit bisa tinggal lapor, nanti mobil keliling Dukcapil akan datang," tuturnya.