Yogyakarta

Petani di Yogyakarta Diminta Cermat Menanam Saat Musim Kemarau

Dinas Pertanian DIY meminta para petani menanam tanaman hortikultura, sayuran dan palawija selama musim kemarau ini.

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Dinas Pertanian DIY meminta para petani menanam tanaman hortikultura, sayuran dan palawija selama musim kemarau ini.

Kecermatan dalam menentukan jenis tanaman yang ditanam di lahan ini untuk menghindari gagal panen.

"Memasuki musim kemarau, seperti sekarang masyarakat perlu cermat dalam menentukan pola tanam. Karena untuk daerah yang sering mengalami kekeringan seperti Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul harus dipastikan airnya benar-benar cukup," ujar Kepala Dinas Pertanian DIY, Sasongko pada Tribunjogja.com, kemarin.

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

Dia menyebutkan, kecermatan untuk mengatur jenis tanaman ini sangat dibutuhkan, untuk meminimalisir terjadinya gagal panen.

Apalagi, bagi petani yang daerahnya sering mengalami kekeringan, tidak perlu memaksakan diri untuk menanam padi.

"Sebagai gantinya mereka bisa menanam holtikultura, palawija dan sayuran. Apalagi, semangka, melon, cabe merah, cabe rawit maupun bawang merah masih tergolong tanaman berekonomi tinggi, " ujarnya.

Sasongko juga menyebut tidak akan pernah bosan mengingatkan masyarakat agar lebih selektif dalam menentukan jenis tanaman.

Karena jika mereka mengabaikan hal itu, bisa-bisa mengalami kerugian, terutama di daerah yang selama ini sering mengalami kekeringan.

Hanya 3 yang Positif Antraks dari 48 Sampel yang Dikirim Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul

"Untuk Gunungkidul, saat seperti ini paling cocok ya tanam palawija. Sementara, daerah lain bisa nanam sayuran yang tak butuh banyak air," ujarnya.

Data BMKG menyebut akhir Mei semua wilayah DIY sudah masuk ke dalam awal musim kemarau.

Secara periodik, kemarau akan menguat setiap bulannya.

Sementara, puncak musim kemarau diprediksi akan masuk di Bulan Agustus 2019.

Kepala Stasiun Kimatologi Mlati, Reni Kraningtyas, menghimbau masyarakat untuk bisa mengantisipasi kekurangan air bersih dengan tetap menjaga sumber air.

Selain itu, pada saat musim kemarau ini daya tahan tubuh harus dijaga.

Dampak Musim Kemarau, 400 Hektare Lahan Pertanian Padi di Gunungkidul Puso

"Siap siaga cuaca ekstrim karena bisa dimungkinkan fenomena anomali terjadinya hujan hingga puting beliung," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved