Bisnis

Sejumlah Driver Taksi Online Pilih Bermitra dengan Paguyuban Atau Koperasi

Masih minimnya sosialisasi terkait pengurusan izin ASK ini menjadi salah satu kendala mendasar yang dirasakan beberapa driver.

Sejumlah Driver Taksi Online Pilih Bermitra dengan Paguyuban Atau Koperasi
Tribun Jogja/ Riski Halim
Ilustrasi: Taksi online sedang menurunkan penumpang di Jalan Malioboro 

Sedangkan di Yogyakarta, meski biaya mengurus izin ASK tidak sebesar di Jakarta, sejumlah driver nampak memilih memakai jasa pihak ketiga demi mendapt legalitas, termasuk Somad.

Ojek atau Taksi Online Boleh Gunakan GPS, Ini Syaratnya

“Saya daftar di salah satu paguyuban driver taksi online di Yogyakarta. Langsung dibuatkan NIB (Nomor Induk Berusaha) dan surat keterangan sejenis izin usaha. Keluar biaya sekitar Rp 140 ribu. Lebih praktis dari menyingkat waktu. Kalau urus ASK pribadi takutnya ribet dan butuh waktu lama,” kata Somad.

Senada dengan Somad, driver taksi online lainnya, Bambang memilih menjalin kemitraan dengan salah satu koperasi yang menaungi driver taksi online.

Sederhananya, Bambang akan mendapat NIB karema berada di bawah naungan koperasi.

Sedangkan pihak koperasi, punya wewenang untuk ikut melakukan pengawasan.

“Ditarik satu bulan Rp 100 ribu nanti otomatis diambilkan dari deteksi dompet kredit dari akun masing-masing driver sebesar Rp 25 ribu setiap minggu. Setelahnya kita akan mendapat layanan emergency, pendampingan dari pihak koperasi dam masuk grup koperasi untuk mempermudah komunikasi,” kata Bambang.

Sementara itu Purnomo Suanto selaku Ketua DPD Organisasi Angkutan Sewa Khusus Indonesia (Oraski) Jateng - DIY mengatakan, beberapa driver taksi online memang masih berlindung di bawah payung paguyuban atau koperasi demi mendapat legal operasional mereka ketika beroperasi sebagai driver taksi online.

Driver Taksi Online Harap Segera Ada Payung Hukum Baru

“Itu sah saja. Tapi status izin ASK mereka ya dari koperasi atau paguyuban yang menaungi. Bukan izin ASK secara pribadi. Kami yang pro dengan sistem legalitas taksi online yang tertuang dalam PM 118 sedang gencar mendorong para driver mengurus izin ASK secara pribadi atau individu,” kata Purnomo.

Dijelaskan Purnomo, mengurus izin ASK secara personal ini sebenarnya tidak terlalu rumit seperti yang dibayangkan para driver online.

Syaratnya mudah, dan telah diterangkan cukup gamblang dalam PM 118 tersebut.

Halaman
123
Penulis: sus
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved