Bisnis

Sejumlah Driver Taksi Online Pilih Bermitra dengan Paguyuban Atau Koperasi

Masih minimnya sosialisasi terkait pengurusan izin ASK ini menjadi salah satu kendala mendasar yang dirasakan beberapa driver.

Sejumlah Driver Taksi Online Pilih Bermitra dengan Paguyuban Atau Koperasi
Tribun Jogja/ Riski Halim
Ilustrasi: Taksi online sedang menurunkan penumpang di Jalan Malioboro 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Beberapa driver taksi online di wilayah Yogyakarta masih mengeluhkan syarat mengurus izin Angkutan Sewa Khusus (ASK) sebagai syarat legalitas.

Masih minimnya sosialisasi terkait pengurusan izin ASK ini menjadi salah satu kendala mendasar yang dirasakan beberapa driver.

Somad misalnya, salah satu driver taksi online di Yogyakarta mengaku, pengurusan izin ASK ini sebenarnya sudah diketahui oleh sejumlah driver taksi online seperti dirinya yang biasa beroperasi di Yogyakarta.

Sayang, informasi yang diterima sejauh ini masih setengah-setengah dan hanya dari mulut ke mulut sesama driver.

Cerita Istri Perwira Polisi Pede Jadi Driver Taksi Online

“Itu kalau tidak salah sudah diatur dari Menteri Perhubungan ya. Lewat Permenhub 118. Kami sudah tahu tapi tidak secara detail. Cuma dari obrolan sesama driver. Syarat mengurus seperti apa dan sanksi nya nanti seperti apa kalau tidak punya izin ASK itu saya juga kurang tahu,” kata Somad lugas.

Seperti diketahui, pengemudi taksi online kini tak lagi diwajibkan uji KIR.

Melainkan, harus mengurus ASK.

Peraturan ini sendiri sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 118 tahun 2018 atau PM 118 tentang penyelenggaraan angkutan sewa khusus yang mulai berlaku penuh per 18 Juni 2019.

Peraturan ini direspon beragam oleh driver.

Di Jakarta misalnya, sejumlah driver mengeluhkan tarif mengurus izin ASK yang mencapai Rp 5 juta.

Halaman
123
Penulis: sus
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved