Yogyakarta
Cegah Masuknya Benda Mencurigakan, Bandara Adisutjipto Terapkan Pengamanan Berlapis
Demi mencegah benda mencurigakan seperti bom masuk ke area Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, PT Angkasa Pura (AP) 1 Yogyakarta menerapkan
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Demi mencegah benda mencurigakan seperti bom masuk ke area Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, PT Angkasa Pura (AP) 1 Yogyakarta menerapkan sejumlah pengamanan.
Menurut Airport Security Screening Manager AP 1 Yogyakarta Riyanto, pihaknya menerapkan pengamanan secara berlapis.
"Pengamanan kami lakukan sejak kendaraan masuk ke area bandara," kata Riyanto di Kantor AP 1 Yogyakarta, Kamis (20/06/2019).
• Gegana Polda DIY Imbau Warga Segera Lapor Jika Terima Ancaman Bom
Ia menjelaskan, setiap kendaraan roda dua dan empat yang masuk ke area bandara akan diperiksa oleh petugas keamanan alias Aviation Security (Avsec).
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh di kendaraan tersebut.
Saat di area Drop Zone atau menurunkan penumpang pun, petugas kembali memeriksa kendaraan hingga ke bagian dalamnya.
Menurut Riyanto, pemeriksaan ini dilakukan dengan memilih kendaraan secara acak.
Selain pemeriksaan kendaraan, pengamanan juga dilakukan pada calon penumpang melalui proses Screening dan Profiling.
Proses screening biasanya dilakukan di Security Check Point Saat penumpang akan masuk ke area Check On dan Ruang Tunggu.
• Tidak Akan Ada Pembangunan Jalan Tol ke Bandara YIA Kulonprogo, Ini Penjelasan Sri Sultan HB X
"Kami juga menerapkan patroli atau perimeter setiap dua jam sekali. Namun jika ada ancaman, patroli diperketat jadi tiap satu jam sekali," jelas Riyanto.
Aktivitas pengamanan tersebut juga melibatkan aparat dari TNI AU.
Hal tersebut terkait dengan status Bandara Adisutjipto yang merupakan Enclave Sipil, di mana posisinya berada dalam kawasan militer.
Agar berjalan lebih optimal, AP 1 Yogyakarta juga melakukan pelatihan dan simulasi pengamanan secara rutin.
Tidak hanya terhadap ancaman benda mencurigakan seperti bom, namun juga untuk mengantisipasi kejadian-kejadian lainnya.
"Pelatihan kami gelar secara gabungan, terutama untuk penanggulangan keadaan darurat (PKD)," jelas Riyanto.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/suasana-bandara-internasional-adisutjipto-yogyakarta-2.jpg)